MALANG – Pendiri Yayasan Pondok Modern Babussalam Al Firdaus Karangploso, Kabupaten Malang, Imam Supandi, mengembalikan formulir pendaftaran Bakal Calon Walikota Malang ke kantor DPC PDI Perjuangan setempat, Sabtu (18/5/2024).
Dikawal puluhan relawan simpatisannya, kedatangan Imam Supandi disambut Tim 5 Panitia Pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota DPC PDI Perjuangan Kota Malang.
Ketua Tim 5 Panitia Pendaftaran Bacawali dan Bacawawali DPC PDI Perjuangan kota Malang, Lea Mahdarina, mengungkapkan, hingga hari keempat, sudah ada sekitar enam kandidat yang telah mengambil formulir pendaftaran. Tiga kandidat di antaranya telah menyetorkan berkas formulir pendaftaran.
“Sementara ini yang masuk sudah mendaftar enam orang dan yang sudah mengembalikan berkasnya tiga orang,” beber Lea kepada media setempat, di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang.
Dia menegaskan bahwa kewenangan dari Tim 5 hanya untuk menerima berkas pendaftaran para kandidat yang mendaftar dan tidak melakukan verifikasi terhadap berkas-berkas yang ada.
“Tim 5 ini tidak verifikasi atau apa, karena tim 5 ini ditugaskan oleh DPC perjuangan untuk menerima berkas-berkas saja, menerima pendaftaran saja. Selanjutnya setelah penutupan, saya akan melaporkan hasil yang ada di lapangan ini untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh DPC,” jelasnya.
Pada hari keempat setelah dibuka, salah satu kandidat Bacawali, Imam Supandi mendatangi kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang dengan diantar relawannya mengembalikan formulir pendaftaran.
“Hari ini pengembalian berkas ya, persyaratan saya semuanya lengkap sudah dengan SKCK walaupun di sini tidak minta tapi kami siapkan semuanya,” ungkap Imam Supandi.
Alasan dirinya mendaftar di PDI Perjuangan karena menilai partai ini mempunyai kesamaan visi dalam membela kepentingan masyarakat kecil.
“Pada intinya ada perubahan di Kota Malang yang selama ini saya lihat kurang mengena kepada masyarakat di bawah. Kami kebetulan dari masyarakat kecil dari latar belakang penjual koran, kami tahu persis pergerakan di bawah bagaimana kehidupan rakyat itu di bawah itu perlu diperhatikan oleh kita semuanya,” terangnya.
Dengan jargon “Revolusi Akhlak” Imam Supandi mempunyai visi misi mengentas kemiskinan, meningkatkan perekonomian, dan menekan angka pengangguran di kota Malang.
“Visi misi ke depannya sudah jelas. Ada tiga poin yang saya kembangkan dan yang saya tekankan di pemerintahan saya. Insya Allah kita menang, karena suara PDI Perjuangan sudah jelas, suara saya sudah jelas. Kalau dua suara ini dipadukan, saya yakin kota Malang akan saya pimpin dengan baik,” pungkasnya. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









