Jumat
02 Oktober 2026 | 6 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Keliling Puskesmas, Ipuk Minta Perkuat Tracing untuk Tekan Covid-19

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-11082021

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat pelaksanaan test (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan) alias T3 dalam menangangi pandemi Covid-19.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berkeliling pada sejumlah Puskesmas, Senin (9/7/2021), untuk melihat langsung penerapan T3. Bupati perempuan itu mengecek langsung Puskesmas Tembokrejo dan Puskesmas Tapanrejo, Kecamatan Muncar; serta Puskesmas Parijatah Kulon, Kecamatan Srono.

“T3 adalah kunci penanganan pandemi Covid-19. Karena itu saya minta kepada seluruh Puskemas untuk memperkuat testing dan tracing,” kata Ipuk.

Di tiap Puskesmas, Ipuk berdialog tidak hanya dengan Kepala Puskesmas, namun juga dengan petugas tracing dan entry data. Ipuk mengecek kendala apa saja yang dialami. 

“Kami ingin langsung melihat bagaimana progres di lapangan serta kendalanya sejauh ini seperti apa. Ini untuk memetakan apa yang perlu kami intervensi langsung,” kata Ipuk.

Bupati dari PDI Perjuangan itu memaparkan, rasio tracing di antara Puskesmas di Banyuwangi tidak seragam. Ada yang sangat bagus, hingga 1:25 (1 orang positif melacak hingga 25 kontak erat), tapi juga ada yang hanya 1:5.

Ipuk pun meminta Puskesmas untuk memperkuat tracing pada warga yang kontak erat dengan warga yang positif. Idealnya, tracing dilakukan terhadap minimal 15 orang kontak erat sesuai target Kemenkes.

“Saya minta terus diperkuat, karena ini kunci untuk menekan transmisi lokal. Petugas tracing harus diperkuat, satu pasien terkonfirmasi cari kontak eratnya. Petugas entry data juga perlu ditangani khusus,” jelas Ipuk.

Selain itu, Ipuk meminta kepada Puskesmas untuk memperbanyak testing utamanya di tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi masyarakat.

“Stok swab antigen cukup. Nanti kalau kurang bisa segera minta ke Dinas Kesehatan,” tambah Ipuk.

Selanjutnya treatment, penanganan orang yang sudah positif dilakukan isolasi terpusat di non-rumah sakit dan perawatan di rumah sakit bergantung pada kondisi klinis masing-masing pasien.

“Untuk isolasi, upayakan isolasi terpusat untuk menjaga disiplin isolasi, karena isolasi mandiri cukup sulit dikontrol. Sudah ada 25 tempat isolasi terpusat di semua kecamatan, juga ada di tingkat kabupaten,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

PDI Perjuangan Soroti Ruang Fiskal Jember, Minta Anggaran Tak Berhenti di atas Kertas

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghitung ulang ruang ...
LEGISLATIF

DPR RI Kaji Kepastian Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memunculkan persoalan baru di bidang hak kekayaan intelektual (HKI), ...
KRONIK

Kick Off Hari Santri 2026, Bupati Fauzi: Momentum Perkuat Kebersamaan dan Menghargai Perjuangan para Pendahulu Kita

SUMENEP – Memperingati Hari Santri 2026, PCNU Sumenep resmi menggelar Kick Off Hari Santri 2026 di Aula Al-Ikhlas ...
KRONIK

Karhutla Gunung Botak Belum Padam Sepenuhnya, Wabup Ngawi Prioritaskan Permukiman Warga

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, belum ...
KRONIK

Soroti Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027, Ansari PDIP: Jangan Langsung Bebankan ke Rakyat

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta pemerintah tidak menjadikan kenaikan harga ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Pantau Penyaluran Air Bersih untuk Warga Balongpanggang Terdampak Kekeringan

GRESIK – Krisis air bersih mulai menghimpit 315 kepala keluarga (KK) di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang, ...