Jumat
14 Agustus 2026 | 5 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kanang: KMP Sudah Hampir 80.000, Pengurusnya Sendiri Bingung Ini Koperasi untuk Apa

pdip-jatim-250214-kanangDPR

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir Budi Sulistyono, akrab disapa Kanang, menyoroti pelaksanaan program Koperasi Merah Putih (KMP) saat rapat kerja dengan Menteri Koperasi dan UKM, pekan lalu.

Dalam forum tersebut, Kanang, yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan mantan Bupati Ngawi dua periode itu mengritik ketidakjelasan arah dan struktur KMP meski secara kuantitatif telah mendekati target.

“KMP sudah hampir 80.000. Tapi ini ibarat rumah sudah dibangun, orangnya sudah ada, tapi kosong. Pengurusnya sendiri bingung ini koperasi untuk apa,” ujar Kanang, dikutip Senin (11/8/2025).

Dia juga mempertanyakan kejelasan keanggotaan koperasi. Menurutnya, banyak koperasi yang terbentuk justru dipaksakan melalui mobilisasi perangkat desa, sementara partisipasi masyarakat sejati belum terbentuk.

“Siapa anggotanya? Dikerahkan perangkat desa. Masyarakatnya sendiri belum paham,” sebutnya.

Tak hanya itu, Kanang juga mempertanyakan nasib Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang belum terintegrasi dengan program koperasi nasional. Dia menyoroti besarnya anggaran KMP yang mencapai Rp5 triliun, namun hingga kini belum jelas realisasinya.

“Begitu mahalnya biaya software, hardware, pengawasan, tapi presiden menyebut anggarannya belum bisa turun hingga Rp1 triliun. Menteri pun tidak beri jaminan. Kalau tanpa dana, ini bisa gagal,” tegas Kanang.

Lebih lanjut, dia mengusulkan optimalisasi BUMN seperti Pertamina, PT Gas, dan Telkom untuk menjadi mitra koperasi desa. Bahkan, ia mengusulkan sistem persetujuan pusat seperti dalam pengelolaan data kependudukan bisa diterapkan juga untuk koperasi.

“Terlepas dari dana, program ini harus tetap jalan. Jangan tunggu semuanya ideal baru bergerak,” tuturnya.

Dia juga mengkritisi potensi dari kepala desa dan kepala dinas koperasi daerah setempat.

Kanang membandingkan dengan pengelolaan kependudukan yang sekarang terpusat di Kementerian Dalam Negeri. Dulu, kependudukan dikelola langsung oleh kabupaten kota.

Tapi –kata Kanang- karena ada penafsiran yang berbeda-beda, akhirnya kependudukan dikelola langsung oleh kemendagri.

“Ini bisa diterapkan di kementerian koperasi. Sama seperti kepala dinas kependudukan kabupaten/kota yang harus mendapat persetujuan dari kemendagri. Kepala dinas koperasi kabupaten/kota seandainya juga bisa harus seizin kementerian koperasi akan lebih bagus,” jelas Kanang.

Dengan terobosan-terobosan tersebut, ada dana atau tidak ada dana, program Koperasi Merah Putih tetap bisa berjalan. “Kami support program itu dan harus jalan,” tegasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Alfan PDIP Jember Minta Pembangunan KDMP Tidak Boleh Abaikan Hak Masyarakat

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menilai persoalan lahan dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa ...
KRONIK

Kisah Nenek Tumisah di Sidoarjo: Hidup Bersama Cucu, Kesulitan Makan hingga Menunggak Biaya Sekolah

SIDOARJO — Masalah kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi ganjalan nyata bagi sebagian warga di ...
KRONIK

Pulang Sekolah, Masak untuk Ibu: Kisah Marfel, Bocah 11 Tahun yang Belajar Menjadi Kuat

KEDIRI – Seragam merah putih itu masih melekat ketika Marfelino Dhuha Saputra pulang sekolah, Kamis (13/8/2026) ...
LEGISLATIF

Sukadar Minta Dishub Surabaya Tiru Aplikasi Setoran Parkir Kota Malang

Sukadar meminta Dishub Surabaya mencontoh Kota Malang yang menerapkan aplikasi setoran parkir terpusat untuk ...
LEGISLATIF

Cegah Stunting dari Desa, Pulung Dorong Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan Diperkuat

Pulung Agustanto mendorong edukasi gizi dan keamanan pangan diperkuat dari tingkat desa sebagai bagian dari upaya ...
KRONIK

Karnaval Kebangsaan Banyuwangi 2026, Tampilkan Pesona Budaya Nusantara

BANYUWANGI – Banyak cara dilakukan warga bangsa Indonesia untuk merayakan hari kemerdekaannya. Masyarakat ...