oleh

Kalau Ada Acara di Istana, Megawati-SBY Tak Harus Selalu Bertemu

JAKARTA – Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, pertemuan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka kemarin menunjukkan, bahwa kerukunan sangat penting untuk dijaga.

Namun, Puan menekankan, pertemuan antar Megawati dan SBY bukanlah sebuah keharusan. Menurutnya, tidak harus juga kalau ada acara di Istana, keduanya harus selalu bertemu.

“Jadi bahwa itu tidak perlu sering-sering, tapi alhamdulillah kalau sering ditampilkan,” kata Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, hal yang paling penting, para mantan presiden seperti Megawati dan SBY dan tokoh lain bisa menjaga hubungan baik satu sama lain. Selain itu, para tokoh juga harus sama-sama melakukan yang terbaik untuk Indonesia.

“Saya berharap kalau tidak bisa selalu bersama, ya harus jauh di mata dekat di hati. Harus selalu yang disampaikan, dan apapun yang dilakukan itu untuk Indonesia,” ucap Puan.

Dia menambahkan, pertemuan Megawati, SBY dan para tokoh bangsa, usai momentum HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, berlangsung sangat cair.

“Suasananya santai sekali, cair, dan momentumnya kan perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus, jadi tidak ada yang berat-berat. Suasana kekeluargaan, kerukunan, keberagaman, dan menciptakan suasana kondusif. 72 tahun Indonesia merdeka ini Indonesia dapat memberikan warna,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pereira mengatakan, pertemuan antara Megawati dengan SBY cenderung disambut gembira berbagai kalangan.

“Publik cenderung ingin melihat pemimpinnya kompak, solid, meskipun ada perbedaan prinsip dalam berpolitik,” ujar Andreas.

Pertemuan antara pemimpin di republik menurut Andreas, memberikan makna yang memperkuat arti persatuan Indonesia.

Menurut dia, pertemuan Mega-SBY tersebut merupakan momentum penting untuk secara simbolik merekatkan kembali perbedaan-perbedaan sesama anak bangsa.

“Pertemuan ini juga secara simbolik juga menjadi teladan bagi para politisi dan generasi muda bangsa untuk lebih memaknai arti solidaritas elit sebagai model soliditas bangsa,” katanya. (goek/*)