Rabu
26 Agustus 2026 | 8 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kalau Ada Acara di Istana, Megawati-SBY Tak Harus Selalu Bertemu

pdip-jatim-Puan-ISI-Padang

JAKARTA – Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, pertemuan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka kemarin menunjukkan, bahwa kerukunan sangat penting untuk dijaga.

Namun, Puan menekankan, pertemuan antar Megawati dan SBY bukanlah sebuah keharusan. Menurutnya, tidak harus juga kalau ada acara di Istana, keduanya harus selalu bertemu.

“Jadi bahwa itu tidak perlu sering-sering, tapi alhamdulillah kalau sering ditampilkan,” kata Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, hal yang paling penting, para mantan presiden seperti Megawati dan SBY dan tokoh lain bisa menjaga hubungan baik satu sama lain. Selain itu, para tokoh juga harus sama-sama melakukan yang terbaik untuk Indonesia.

“Saya berharap kalau tidak bisa selalu bersama, ya harus jauh di mata dekat di hati. Harus selalu yang disampaikan, dan apapun yang dilakukan itu untuk Indonesia,” ucap Puan.

Dia menambahkan, pertemuan Megawati, SBY dan para tokoh bangsa, usai momentum HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, berlangsung sangat cair.

“Suasananya santai sekali, cair, dan momentumnya kan perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus, jadi tidak ada yang berat-berat. Suasana kekeluargaan, kerukunan, keberagaman, dan menciptakan suasana kondusif. 72 tahun Indonesia merdeka ini Indonesia dapat memberikan warna,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pereira mengatakan, pertemuan antara Megawati dengan SBY cenderung disambut gembira berbagai kalangan.

“Publik cenderung ingin melihat pemimpinnya kompak, solid, meskipun ada perbedaan prinsip dalam berpolitik,” ujar Andreas.

Pertemuan antara pemimpin di republik menurut Andreas, memberikan makna yang memperkuat arti persatuan Indonesia.

Menurut dia, pertemuan Mega-SBY tersebut merupakan momentum penting untuk secara simbolik merekatkan kembali perbedaan-perbedaan sesama anak bangsa.

“Pertemuan ini juga secara simbolik juga menjadi teladan bagi para politisi dan generasi muda bangsa untuk lebih memaknai arti solidaritas elit sebagai model soliditas bangsa,” katanya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Komisi B DPRD Jember Soroti Anggaran Banner Rp4,46 Miliar

JEMBER – DPRD Jember menyoroti anggaran pencetakan atribut sosialisasi pemerintah. Setelah biaya stiker bantuan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti Anggaran Mitigasi Bencana, Dorong Malang Bertransformasi Jadi Kota Tangguh

MALANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang meminta Perubahan APBD (P-APBD) 2026 menjadi momentum memperkuat ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Ajak Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Ngunut Ulangi Kejayaan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengajak pengurus Ranting dan Anak ...
KRONIK

Soekarno Cup 2026 Dinilai Sukses dan Profesional, Yuke: Lahirkan Talenta Muda Sepak Bola

SURABAYA – Perhelatan Soekarno Cup 2026 mendapat apresiasi dari Wakil Bendahara Bidang Program DPP PDI Perjuangan ...
OLAHRAGA

Sepuluh Tahun Mengejar Bola, Fazri Jadi Best Player dan Bawa Jabar Cetak Sejarah

SURABAYA – Mimpi itu sudah tumbuh ketika Muhammad Fazri Marsandi masih duduk di kelas 2 sekolah dasar. Saat ...
KRONIK

Juara Soekarno Cup 2026, Pelatih Banteng Jabar: Hasil Kerja Keras Tim, Pengurus, dan Manajemen

SURABAYA – Banteng Jawa Barat keluar sebagai juara Soekarno Cup 2026 setelah menundukkan Banteng Bali melalui drama ...