oleh

Kader Banteng Ini Ingin Cetak Peternak Berkualitas dari Bondowoso

MENJADI seorang kader PDI Perjuangan, harus memiliki orientasi pada visi kerakyatan, dengan berdaulat secara politik dan ekonomi, dan berkebudayaan. Begitu prinsip yang dipegang Dedi Faizal Ali, kader Banteng pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso.

Dedi sapaan akrabnya, dikenal memiliki usaha peternakan kambing di Kecamatan Maesan, Bondowoso. Menurut Dedi dirinya mulai merambah ke dunia usaha peternakan sejak pertengahan 2019.

Dedi mengakui yang membuatnya terdorong untuk memulai usaha peternakan kambing ini, adalah karena dirinya melihat banyak para pemuda di desanya yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Mayoritas dari mereka adalah buruh harian lepas dengan penghasilan minim. Selain itu Dedi menyadari adanya potensi pakan ternak  yang cukup melimpah di desanya tersebut sehingga Dedi mantap untuk membuka usaha peternakan kambing.

“Awal mula saya berpikir untuk memulai usaha peternakan ini, karena rasa kasihan melihat pemuda disini yang banyak dari mereka tidak punya pekerjaan tetap. Saya ingin membuat mereka berdaya untuk bisa mandiri mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Selain itu disini pakan ternak melimpah jadilah saya membuka peternakan kambing ini,” ungkap Dedi pada pewarta media ini, Jumat (26/3/2021).

Bisnis kambing bisa membuatnya menjadi seorang pengusaha dan dikenal sebagai juragan kambing di Indonesia. Padahal, awalnya ia terjun di bisnis domba kambing hanya bermodalkan Rp. 20 juta, 20 ekor kambing.

Dengan modal 20 juta rupiah, Dedi mulai mengumpulkan pemuda-pemuda sekitar desanya untuk diajak mengelola peternakan kambingnya tersebut. Awalnya banyak pemuda yang tidak tertarik dengan tawaran Dedi karena dianggap mengelola peternakan itu sulit dan keuntungan tidak bisa diperoleh dengan cepat, 

Tidak kehilangan akal Dedi terus memberi penjelasan kepada mereka hingga akhirnya beberapa pemuda tertarik untuk ikut mengelola peternakan kambing milik Dedi.

“Tantangan awal saya yaitu bagaimana memberi edukasi kepada pemuda disini agar mau untuk diajak dalam usaha ini. Karena ketika awal saya mengajak mereka, banyak yang tidak berminat dengan alasan pengelolaannya sulit dan alasan lainnya. Tapi toh akhirnya mereka mulai tertarik juga,” bebernya.

Di sisi lain, kader Banteng ini merasa cukup khawatir melihat kondisi peternakan kambing di Indonesia yang sebagian pemainnya adalah kalangan orangtua. Dirinya ingin ada regenerasi peternak kambing yang berasal dari kalangan pemuda.

“Orang selama ini menganggap beternak kambing gak keren, kampungan, bau. Padahal kalau mau serius usaha peternakan kambing ini ‘harum’ sekali,” sebut Dedi.

Sebagai kader Banteng, dirinya ingin memberdayakan para pemuda untuk lebih mandiri dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Lewat, peternakan miliknya inilah Dedi ingin mencetak peternak-peternak berkualitas dari Bondowoso.

Selanjutnya untuk pangsa pasar kambing, menurut Dedi, kebutuhan untuk kambing tak akan pernah habis seiring kebutuhan konsumsi daging kambing yang tak pernah berhenti. 

Misalnya, setiap tahun ada Idul Adha yang tentu orang-orang berkurban hewan ternak salah satunya kambing. Begitu juga akikah dan konsumsi harian masyarakat. 

Kedepan untuk lebih mempopulerkan dunia peternakan di kalangan anak muda Dedi berencana akan memberikan edukasi serta mengadakan pelatihan tata kelola usaha peternakan kambing. Dia berharap ke depan banyak pemuda yang tertarik untuk beternak. 

“Saya sudah merencanakan untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan seputar dunia peternakan kambing, Harapan saya dari sana banyak pemuda yang akan tertarik untuk terjun langsung menjadi peternak,” pungkasnya. (ryo)