Rabu
28 Oktober 2026 | 9 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi-JK Harus Jadikan Pembangunan Gerakan Ekonomi Partisipatif

Tim Jokowi-JK di 9 Juli

Tim Jokowi-JK di 9 JuliYOGYAKARTA – Kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla harus mampu menjadikan pembangunan sebagai gerakan ekonomi partisipatif dari semua unsur pelaku ekonomi, kata ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ahmad Maruf.

“Hal itu ditentukan oleh konsistensi kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) untuk tetap membangun partisipasi dan komunikasi dengan masyarakat secara luas,” katanya di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Direktur Institute of Public Policy and Economic Studies (Inspect) itu, konsistensi tersebut merupakan kunci kesuksesan dalam menggeser pendulum ekonomi dalam konstruksi baru yang bercorak kemandirian dan pemerataan.

“Konsep kemandirian ekonomi sebagai bagian dari Tri Sakti menjadi dorongan Jokowi-JK untuk mengubah pendulum ekonomi yang selama ini terlalu proekonomi pasar,” katanya.

Ia mengatakan Jokowi dalam konsep ekonominya tidak antipasar. Namun, kondisi ekonomi Indonesia sekarang yang jelas berkarakter ekonomi pasar liberal tampaknya akan terdorong menjadi ekonomi “jalan tengah” yang berbasis pada kapasitas dan keperpihakan pelaku domestik.

Perubahan struktural ekonomi akan terbangun oleh peningkatan peran pelaku ekonomi domestik dari skala usaha kecil dan menengah (UKM) hingga perusahaan besar dengan pola stimulus fiskal dan mobilisasi partisipatif ekonomi.

“Pola itu sangat potensial terbangun karena kemenangan Jokowi-JK dalam kompetisi Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 disokong oleh jiwa dan gerakan partisipasi publik,” katanya.

Menurut dia, gaya kepemimpinan Jokowi-JK yang berorientasi penyelesaian masalah jangka pendek dengan mobilisasi modal sosial itu simetris dengan keinginan publik dalam membangun perekonomian bangsa yang sudah seharusnya berbasis produksi dan bukan konsumsi.

Pergeseran konstruksi ekonomi menjadikan adanya perubahan indikator pembangunan. Selama ini indikator ekonomi utama adalah pertumbuhan, akan bergeser pada pengurangan kesenjangan ekonomi dan sosial.

Ia mengatakan bangsa ini, tanpa mengabaikan pertumbuhan ekonomi, lebih membutuhkan indikator pada penurunan semua ketimpangan ekonomi dan sosial.

Misalnya, kesenjangan kemakmuran antarstrata ekonomi masyarakat, kesenjangan kontribusi ekonomi rakyat (UMKM) dengan usaha besar dalam penciptaan Product Domestic Burto (PDB).

“Selain itu kesenjangan pembangunan dan distribusi ekonomi Jawa dengan luar Jawa khususnya Indonesia bagian timur dan kesenjangan lainnya,” kata Maruf.  (antaranews)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Gresik Gelar Kompetisi Esports, Dorong Sportivitas dan Solidaritas Anak Muda

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik mendorong pembentukan karakter generasi muda melalui kompetisi esports ...
KABAR CABANG

Millenium Public Pulse 28, PDIP Lamongan Tampung Aspirasi Gen Z soal Beasiswa hingga Jalan Rusak

Millenium Public Pulse 28 yang digelar PDIP Lamongan menampung aspirasi Gen Z soal beasiswa, PIP, MBG, jalan rusak ...
LEGISLATIF

Defisit Air Jatim 2,8 Miliar Meter Kubik, Komisi D Desak Konservasi dan Efisiensi Irigasi

SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur meminta Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) memprioritaskan ...
KRONIK

Ina Ammania: Keberhasilan Madrasah Tak Cukup Diukur dari Nilai dan Piala

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, menegaskan keberhasilan pendidikan madrasah tidak cukup diukur ...
KRONIK

Hari Sumpah Pemuda, Bupati Ipuk: Pemuda Harus Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di ...
LEGISLATIF

Darmadi Dukung Kenaikan Insentif Guru di Kabupaten Malang, Minta Data dan Anggaran Dipastikan

MALANG – Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mendukung rencana kenaikan insentif bagi guru PAUD, guru swasta, dan ...