Jumat
28 Agustus 2026 | 8 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Ajak Siswa Sekolah se-Indonesia Ikut Luruskan Kabar Bohong

pdip-jatim-jokowi-siswa-aksi-bogor

BOGOR – Presiden Joko Widodo mengajak sekitar 540 peserta Apresiasi Kebangsaan Siswa-siswi Indonesia (AKSI) untuk ikut meluruskan kabar bohong (hoax), fitnah, saling mencela, saling mengejek, yang sekarang marak di media sosial (medsos).

“Anak-anak kan pegangnya ini (menunjukkan gadget). Diluruskan, dibetulkan. Ya,” pinta Jokowi saat menghadiri silaturahim dengan peserta AKSI, di Grand Mulya Resort and Convention Hotel, Kabupaten Bogor, Rabu (10/10/2018).

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan, betapa besar bangsa Indonesia, yang memiliki 263 juta penduduk, 514 kabupaten/kota, dan 34 provinsi. Bedanya dengan negara lain, menurut Jokowi, republik ini dianugerahi Tuhan, oleh Allah SWT, perbedaan-perbedaan yang banyak sekali.

“Berbeda-beda suku, berbeda-beda agama, berbeda-beda adat, berbeda-beda tradisi, berbeda-beda bahasa daerah, beda semuanya,” ujarnya.

Dia mengingatkan para peserta AKSI jangan sampai diadu-adu karena kepentingan-kepentingan, bisa kepentingan luar juga bisa kepentingan politik di dalam.  “Ini berbahaya sekali,” tegasnya.

Negara ini, lanjut Jokowi,  membutuhkan para siswa sekolah peserta AKSI dalam rangka bersaing dengan negara-negara lain. “Karena itu, kalau tidak bersatu bisa rugi banget kita,” katanya, di acara yang juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tersebut.

Jokowi menunjukkan betapa besarnya hasil yang didapat jika semua unsur masyarakat di tanah air bersatu. Dia mengingatkan saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018, akhir Agustus lalu, saat seluruh unsur masyarakat bersatu, Indonesia berhasil mendapatkan 31 medali emas.

“Coba misalnya saat Asian Games, begitu bersatu kita dapat 31 medali emas. Biasanya dapet 4, dapet 5, rangkingnya 22, rangkingnya 15, rangkingnya 17 kemarin rangkingnya 4. Karena apa? Bersatu,” tegas Jokowi.

Menurut Kepala Negara, saat Asian Games itu tidak ada yang memikirkan yang badminton itu agamanya apa, dari suku mana, dari provinsi mana enggak mikir.

“Hanya untuk Indonesia, untuk merah putih, itu saja saat berkompetisi,” tegasnya seraya menambahkan, kalau semua berpikir seperti itu, negara ini akan maju.

Da menambahkan, ke depan tantangan-tantangan semakin tidak gampang dan tidak ringan. Tetapi Presiden meyakini anak-anak ini memiliki sebuah potensi dan kekuatan untuk bersaing dengan negara-negara lain. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...