Johan Budi: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Harus Membuahkan Hasil, Bukan Sekadar Evaluasi

 167 pembaca

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Utut Adianto mengatakan, tujuan fraksinya terkait tragedi Kanjuruhan, Malang untuk memperbaiki apa yang salah. Bukan untuk menyalahkan atau menyudutkan pihak tertentu.

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Johan Budi menegaskan, investigasi tragedi Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, harus membuahkan hasil, bukan sekadar evaluasi.

“Jadi saya sebagai anggota fraksi PDI Perjuangan dari komisi III, minta untuk tidak hanya mengucapkan evaluasi dan membentuk tim yang kemudian hasilnya tidak jelas,” kata Johan Budi, saat jumpa pers di ruang rapat Fraksi PDI Perjuangan DPR RI di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Dia menyebutkan, bahwa pencopotan terhadap pihak-pihak terkait dengan tragedi Kanjuruhan bisa saja dilakukan jika ditemukan adanya indikasi tindak pidana atas tewasnya ratusan orang saat kerusuhan di dalam stadion, Sabtu (1/10/2022) lalu.

“Jadi kalau ada yang salah, kalau ada proses pidana ya dipidanakan. Kalau ada yang perlu dicopot. Sekali lagi, kalau ada yang perlu dicopot, ya harus dicopot,” tegasnya.

Terkait siapa saja nanti yang perlu dicopot, Johan Budi mengatakan hal itu bergantung dari hasil investigasi.

“Siapa itu yang perlu dicopot, ya nanti dilihat dari hasil investigasi,” terang dia. (Baca juga: Risma Serahkan Santunan Korban Kanjuruhan, Basarah: Ibu Ketum Instruksikan 3 Pilar Partai Ikut Membantu)

Legislator DPR dari dapil VII Jawa Timur itu menyampaikan, ada tiga hal yang perlu dievaluasi terkait musibah dan tragedi di Kanjuruhan yang menewaskan ratusan Aremania, suporter Arema FC Malang.

Yakni proses penyelenggaraan, proses pengamanan, dan PSSI harus mengedukasi para suporter. ‘

“Proses penyelenggaraan yang terjadi dan proses pengamanan terhadap kericuhan perlu dievaluasi secara mendalam,” ujarnya.

Kepada pihak PSSI dan klub, dia pun mengimbau untuk secara kontinyu memberikan edukasi kepada supporter dari masing-masing klub. Karena menang kalah dalam sebuah pertandingan adalah hal biasa.

“Itu disadarkan bahwa olahraga adalah bentuk sportivitas, tidak boleh ada lagi kebencian. Menang dan kalah itu adalah hal biasa. Ini perlu juga dilakukan edukasi secara terus menerus kepada suporter,” tutur Johan Budi.

Dia menegaskan, bahwa tidak ada salahnya mendukung sebuah klub, namun harus tahu batasan dan sejauh mana mendukung klub tersebut.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Utut Adianto mengatakan, tujuan fraksinya terkait tragedi Kanjuruhan, Malang untuk memperbaiki apa yang salah. Bukan untuk menyalahkan atau menyudutkan pihak tertentu.

“Jadi sekali lagi konsep fraksi adalah untuk memperbaiki, tetapi tidak menyalahkan atau menyudutkan pihak-pihak tertentu,” jelas Utut. (goek)