Sabtu
20 Juni 2026 | 10 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jenguk Korban Waterpark, Eri: Pengelola Tanggung Jawab Biayai Pengobatan Sampai Sembuh Total

pdip-jatim-220508-kenpark-ec-3

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjenguk para korban insiden ambruknya perosotan Waterpark di kompleks wisata Kenpark Kenjeran yang mengakibatkan 16 korban luka, di RSUD Dr Soetomo dan RSUD Dr Soewandhi pada Sabtu (7/5/2022) malam.

Saat mendatangi RSUD Dr Soetomo, Eri Cahyadi mengatakan, 3 korban masih dirawat di ruang IGD, dan 4 korban lainnya sudah masuk ruang rawat inap. Sementara yang seorang korban dalam persiapan pulang, karena hanya mengalami luka ringan.

Baca juga: Perosotan Kenpark Ambrol, Ghoni: Pengelola Bertanggung Jawab Secara Keseluruhan

Sedangkan di RSUD Soewandhi, 8 korban mendapatkan perawatan, 3 korban di antaranya menjalani rawat inap karena mengalami patah tulang. Sedangkan seorang di antaranya juga menjalani rawat inap, karena mengeluh pusing, meski saat di-scan tidak ada apa-apa.

“Rawat inap untuk observasi. Saya sampaikan kepada dokter supaya melakukan penanganan secara maksimal, supaya para korban ini sembuh dan normal kembali. Tidak usah memikirkan biaya,” kata Eri Cahyadi.

Dia menegaskan, pengelola wisata Waterpark harus bertanggung jawab terhadap korban insiden tersebut. Yakni menanggung biaya pengobatan terhadap para korban sampai sembuh total.

“Jadi tidak hanya operasinya saja, tapi juga kontrol atau kalau perlu terapi ditanggung manajemen,” ujarnya.

Menurut Eri, pihak manajemen mau bertanggung jawab dengan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan terhadap korban.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya akan membantu mengantarkan korban ketika kontrol ke rumah sakit dengan menggunakan mobil ambulans dari Puskesmas atau Dinas Kesehatan. “Intinya korban jangan mengeluarkan biaya apapun,” imbuh dia.

Pemkot Surabaya melalui DP5A juga akan melakukan pendampingan terkait trauma yang dialami korban akibat insiden tersebut.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan pengelola tempat wisata, terutama yang menyediakan wahana permainan, untuk selalu memperhatikan keamanan. Harus dilakukan perawatan wahana secara berkala, dan memperhatikan umur ekonomisnya.

“Semoga ini kejadian terakhir di Surabaya. Dan ini menjadi warning betul bagi pengelola wisata,” tandas Eri. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Kanang “Banjir” Keluhan Kondisi Perekonomian

NGAWI – Beragam keresahan masyarakat Kabupaten Ngawi disampaikan langsung kepada Anggota DPR RI Fraksi PDI ...
KABAR CABANG

Serunya Turnamen Tenis Meja “Soekarno Cup I” di Bojonegoro

BOJONEGORO – Memperingati Bulan Bung Karno 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Pastikan Kepengurusan hingga Anak Ranting Aktif dan Penuhi Syarat Pemilu

DPC PDI Perjuangan Jember memastikan kepengurusan hingga tingkat anak ranting aktif dan telah memenuhi syarat ...
KABAR CABANG

Bumikan Pemikiran Bung Karno, PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Konco Lidasi

BANYUWANGI – Pada momentum Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar diskusi bersama anak muda (Gen ...
KRONIK

Cegah Kecelakaan Maut, Yordan Desak Percepatan Pelebaran Jalan Pandugo

SURABAYA – DPRD Jawa Timur terus mengawal percepatan pembebasan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa ...
SEMENTARA ITU...

Pramuka Surabaya Pecahkan Tiga Rekor MURI Sekaligus, Libatkan Puluhan Ribu Peserta

Gerakan Pramuka Kota Surabaya memecahkan tiga rekor MURI sekaligus melalui kegiatan Basuh Kaki Orang Tua, ...