Minggu
19 April 2026 | 4 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jembatan Putus, Ficky Minta Pemkab Perhatikan Warga Glenmore Yang Terisolasi

PDIP-Jatim-Ficky-S-18102021

BANYUWANGI – Ketua komisi IV DPRD Banyuwangi, Ficky Septalinda, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk segera memberikan solusi atas dampak yang diakibatkan ambruknya jembatan di Kecamatan Glenmore. Solusi ini penting disegerakan karena sejumlah masyarakat setempat dan satu sekolah terisolir dan tak bisa dijangkau.

“Dari laporan yang kita terima ada beberapa warga dan satu sekolah yang terisolasi karena putusnya akses, akibat jembatan penghubungnya ambruk. Hari ini persoalan tersebut sudah kita singgung di rapat banggar, agar pemkab dapat memperhatikan warga yang terisolasi di sana,” kata Ficky, Selasa (30/11/2021).

Sekertaris DPC PDI Perjuangan Banyuwangi ini menjelaskan, akibat jembatan ambruk tersebut, masyarakat menjadi terisolir dan harus mengandalkan sebuah tali yang diikat melintang di atas sungai untuk mendistribusikan kebutuhan pokok sehari-hari. Baik itu sembako atau bahkan untuk membeli gas LPG. Barang yang dibutukan diikat di tali yang melintang, kemudian ditarik dari salah satu sisi.

Meski beresiko barang kebutuhan jatuh dan hanyut di sungai, namun cara ini terpaksa dilakukan karena paling mudah. Masyarakat yang terisolir sebanarnya bisa memilih rute darat. Namun mereka harus memutar dan melalui medan sulit yang cukup jauh.

“Untuk aktivitas sehari-hari masyarakat di sana juga sangat kerepotan, dan hanya mengandalkan tali yang dihubungkan satu sama lain untuk memasok kebutuhan pokok. Harapan kami, hal ini segera ditindak-lanjuti. Apakah ini untuk sementara atau permanen yang jelas, harus ada pembuatan jembatan,” jelas Ficky.

Ficky pun mengungkapkan bahwa, masyarakat di lokasi ambruknya jembatan lebih mengharapkan jembatan permanen. Namun menurutnya, hal tersebut harus dikaji terlebih dahulu terlebih saat ini kebutuhan untuk akses sangat mendesak, dirinya ingin ada jembatan darurat terlebih dahulu. Karena jika dibangun secara permanen, maka membutuhkan waktu dan kajian anggaran yang matang.

“Ini harus dikaji dulu. Semuanya harus dihitung dan melalui pertimbangan yang matang. Tetapi yang jelas, kami di DPRD Banyuwangi mendorong agar pemkab segera menangani persoalan tersebut,” pungkasnya. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Ajak Laki-laki Evaluasi Diri dan Tekan Ego Patriarki demi Kesetaraan

Bupati Trenggalek Mas Ipin ajak laki-laki evaluasi diri dan tekan ego patriarki dalam perjuangan kesetaraan gender ...
KRONIK

Erma Susanti Tegaskan Perempuan Harus Suarakan Kesetaraan Gender di Era Digital Indonesia

Erma Susanti dorong perempuan Indonesia aktif menyuarakan kesetaraan gender melalui media sosial sebagai bagian ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sampang Bagikan Benih Jagung, Ajak Masyarakat Tanam Pendamping Beras

SAMPANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sampang mengajak masyarakat untuk menanam tanaman ...