oleh

Jelang PTM Ribuan Guru Kota Malang Belum Divaksin, Wanedi: Selesaikan Segera!

-Berita Terkini, Legislatif-89 kali dibaca

MALANG – Jelang pelaksanaan ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan dilakukan Dinas Pendidikan Kota Malang, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi minta 3.000 tenaga pendidik yang belum mengikuti vaksinasi, segera mendapatkan vaksin dari pemerintah.

“Dinas Pendidikan pada 19 April akan melakukan uji coba pendidikan tatap muka.  sehingga kami minta seluruh tenaga pendidik segera dilakukan vaksin. Dari total 10 ribu tenaga pendidik masih terdapat 3 ribu yang belum mendapatkan vaksin. IIni harus diselesaikan segera,” kata Wanedi, Selasa (13/4/2021).

Legislator dari PDI Perjuangan ini juga berharap vaksinasi kepada guru dan tenaga pendidik bagi SMA dan SMK yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga dapat diselesaikan.

Hal tersebut mengacu pada target Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengharapkan mulai Juli 2021 pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan.

“Kalau kami sifatnya hanya koordinatif saja, sekalipun tentu kita berharap karena sekolahnya SMA maupun SMK ada di wilayah kota Malang. Tentunya semua persiapan terkait dengan tatap muka itu juga harus dilakukan,” terangnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menganggap vaksinasi bagi para tenaga pendidik ini penting untuk segera dilakukan, mengingat Pemkot Malang saat ini tengah menyiapkan skema pembelajaran tatap muka.

Hal tersebut ia sampaikan pada saat kegiatan hearing antara Komisi D DPRD Kota Malang dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang terkait dengan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Tahun 2020 serta pembahasan progres kerja OPD selama tahun 2021 pada Selasa (13/4/2021).

Ia juga menyoroti kinerja beberapa OPD yang pada tahun 2020 tergolong rendah. Menurutnya Kota Malang masih memiliki cukup banyak problematika yang harus diselesaikan terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

“Tentu ini agar ada perbaikan pelaksanaan OPD ada progres yang meningkat dari tahun ke tahun. Yang disoroti kan ada beberapa OPD yang capaiannya rendah. Iya memang bisa dimaklumi karena di tahun 2020 ini masa pandemi covid,” jelas Ahmad Wanedi.

Menurutnya besarnya tingkat pengangguran dan angka stunting di Kota Malang yang cukup tinggi harus menjadi fokus perhatian Pemkot Malang untuk ditangani segera. Ia berpendapat upaya menurunkan angka pengangguran dan stunting sudah merupakan kewajiban pemerintah. (ace/pr)

Komentar