Minggu
01 November 2026 | 3 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Jangan Rusak Solidaritas Hanya Karena Berebut Jadi Ketua PAC”

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat memberi sambutan dimulainya tes tulis bagi bakal calon Ketua PAC, Minggu (25/1/2015).

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengajak semua kader dan jajaran pengurus menjaga kesolidan yang sudah terjaga kuat selama lima tahun terakhir. Dia tidak ingin solidaritas itu jadi rusak hanya gara-gara berebut ingin jadi pimpinan pengurus PDI Perjuangan.

“Satu modal dasar yang kita jaga bersama adalah solidaritas, kesolidan kita. Jangan sampai kesolidan ini ternodai, jadi rusak hanya karena rebutan jadi Ketua PAC,” tandas Whisnu, saat menyampaikan pengantar pembukaan dimulainya tes tulis bagi bakal calon Ketua PAC PDI Perjuangan se-Surabaya, di Gedung Wanita Jalan Kalibokor, Minggu (25/1/2015) sore.

Menurut Whisnu, sejak lima tahun terakhir, kader-kader PDI Perjuangan Surabaya sudah bersama-sama membangun kembali kebesaran partai sejak keterpurukan 2009. Hal itu, jelasnya, dibuktikan dengan kemenangan PDI Perjuangan di Surabaya saat pemilu legislatif dan pemilu presiden pada 2014.

Dalam mekanisme konsolidasi partai yang baru ini, tambah Whisnu, sangat memungkinkan bagi kader PDI Perjuangan untuk tetap solid. Karena sesuai SK DPP No 066 dan 067, katanya, amanatnya sudah jelas, yakni tidak ada voting. “Harus bermusyawarah mufakat dalam memilih Ketua PAC,” ujarnya.

Dengan model konsolidasi seperti ini, imbuh Whisnu, harusnya semua kader bisa meletakkan seluruh kepentingan pribadi demi kepentingan partai yang lebih besar.

Sesuai SK 066-067, kata Whisnu, semuanya harus bisa introspeksi, mengaca kepada diri masing-masing, agar tidak merasa paling lebih baik dari yang lain. Sebab, lanjutnya, karena semua manusia pasti punya kekurangan.

“Tinggal bagaimana kita bersama-sama saling menutup kekurangan kita masing-masing untuk kesolidan partai. Dan harus kita tunjukkan, kalau kemarin dua pemilu bisa kita menangkan, maka momen Pilkada Surabaya 2015 sebagai pembuktian terakhir kita, Surabaya tetap milik PDI Perjuangan,” tegas politisi yang juga Wakil Wali Kota Surabaya itu. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...