oleh

ISI Surakarta Siap Bermitra dan Kembangkan Musik Tongling Wonomulyo

-Milangkori-73 kali dibaca

MAGETAN – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bakal menjalin kemitraan dengan kelompok seni Tongling Dusun Wonomulyo Desa Genilangit Kecamatan Poncol. Kesenian Tongling tak sekadar bermusik dengan peralatan kentong dan suling. Lebih dari itu, kesenian ini mencerminkan toleransi beragama di wilayah tersebut.

Rencana pengembangan musik Tongling terungkap pasca kunjungan pihak ISI Surakarta atau Solo seperti disampaikan salah seorang dosen kampus tersebut, Darno SSen MSn. Menurut dia, kunjungan pihaknya dalam rangka program pengabdian kepada masyarakat.

“Jadi, rencananya, ISI Solo akan bermitra dengan kelompok kesenian Tongling untuk pengembangan seni tradisional ini,” kata Darno.

Menurut dia, kampus ISI Surakarta sudah bekerjasama dengan Pemda Magetan untuk memajukan seni dan budaya di Kabupaten Magetan. Salah satu proyek kerjasama yakni dengan Sanggar Seni Tongling Pringgowulung. Nantinya, akan diadakan semacam workshop mulai dari pembuatan hingga meng-aransemen musik Tongling, sehingga karakter musiknya betul-betul khas.

Sekretaris Kelompok Musik Tongling, Winarto, mengatakan, musik Tongling merupakan salah satu media memupuk toleransi beragama dalam kehidupan bermasyarkat.

“Selain berciri khas khusus, Tongling juga terbukti sarana toleransi beragama,” kata Winarto, Sekretaris Kelompok Musik Tongling, Kamis (3/6/2021).

Kelompok musik yang dibina langsung oleh Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana Amaliyah Verawatiningsih atau akrab disapa Diana Sasa, adalah sekumpulan seniman yang menggunakan Kentong dan Suling sebagai sarana bermusik. Alat ini berbahan baku bambu yang banyak tumbuh di wilayah setempat.

Keberagaman di Wonomulyo tercermin dari warganya, juga para pemain Tongling yang beragama Islam dan Budha. Sehingga musik ini sebagai salah satu penjaga kebersamaan dalam kebhinnekaan.

“Saat ini musik Tongling bisa menjadi media anak muda, khususnya di Dusun Wonomulyo. Yakni sebagai sarana kerjasama antar umat beragama baik itu umat Islam maupun umat Buddha,” terangnya.

Sikap toleransi ditunjukan baik saat pertunjukan maupun saat latihan, hidup rukun berdampingan dalam keseharian. (rud/hs)