oleh

Ini Pendapat Masyarakat Terkait Senam Sicita

-Kronik-26 kali dibaca

SURABAYA – Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Tugu Pahlawan Surabaya diikuti oleh lintas usia, mulai dari yang muda hingga orang tua.

Salah satunya Nabila Fatarani (16), pelajar SMP Negeri 17 Surabaya ini memanfaatkan hari liburnya untuk ikut senam Sicita bersama dengan keluarga dan tetangganya.

“Senamnya seru banget. Gerakannya juga gampang diingat, cuma 3-4 kali ikut sudah hafal,” ujar remaja asal Tenggilis Mejoyo ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Lilik Faridah (40) dari wilayah Krembangan. Bersama 10 rekannya dari sanggar senam SS Beauty, Lilik nampak kompak dan semangat saat mengikuti senam.

“Kita senang dan sangat antusias sekali, apalagi senam kan sudah menjadi hobi. Gerakannya slow, tapi energik juga. Mudah diingat,” ujarnya.

Terlebih, lanjut Lilik, dengan iringan lagu-lagu khas Indonesia, di antaranya, aransemen musik dan lagu nasional, lagu perjuangan, dan lagu-lagu daerah di Tanah Air, membuat suasana semakin bersemangat.

“Lagunya Nusantara banget, bhinneka tunggal ika, membuat kita semakin semangat. Kalau ingin teriak bisa lebih loss,” imbuhnya.

Bakrie (65), salah satu warga asal Kendangsari pun tak mau kalah. Ia nampak kompak mengikuti gerakan-gerakan senam bersama dengan satu rombongannya.

“Gerakannya enak, mudah dihafal juga untuk kami yang sudah lanjut usia. Apalagi dengan lagu-lagu nasionalnya,” katanya dengan penuh semangat.

Ia mengaku, senam turut membuat tubuhnya merasa lebih bugar dan sehat. Di kampung pun, ia rutin mengikuti senam tiap hari Minggu.

Sekadar informasi, senam Sicita yang merupakan hasil kolaborasi PDI Perjuangan dengan Universitas Negeri Jakarta ini telah dicanangkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai senam wajib untuk dijalankan seluruh pengurus, kader, anggota, simpatisan Partai bersama warga masyarakat di Indonesia. (Dhani/set)