Selasa
21 Juli 2026 | 7 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

pdip jatim 260720 sekjen di unair 1

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya dapat dijaga apabila seluruh proses politik, terutama pemilu, berlangsung secara bebas, jujur, adil, dan terbebas dari segala bentuk intervensi kekuasaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto sebelum menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Pangi Syarwi, S.IP., M.IP. di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (20/7/2026). CEO, Founder, dan sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu mempertahankan disertasinya berjudul Suatu Studi tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Split Ticket Voting pada Pemilu Serentak di Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Sidang terbuka tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ganjar Pranowo, Juru Bicara PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli, serta Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono.

Hadir pula para akademisi dan pakar politik yang menjadi penguji, yaitu Prof. Ramlan Surbakti, Prof. Muhammad Asfar, dan Prof. Siti Zuhro. Kehadiran para tokoh politik dan akademisi tersebut menunjukkan pentingnya ruang akademik sebagai forum untuk menguji berbagai persoalan demokrasi secara terbuka, objektif, dan ilmiah.

Menurut Hasto, forum akademik memiliki posisi strategis dalam membaca dan menguji berbagai fenomena politik, mulai dari perubahan perilaku pemilih, pelemahan institusi politik, hingga tantangan terhadap ketahanan demokrasi Indonesia.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan institusi politik yang kuat, partai yang terlembaga, serta pemilu yang berlangsung tanpa intervensi negara maupun penyalahgunaan kekuasaan. Pemilu tidak boleh diarahkan untuk mempertahankan kepentingan kekuasaan, karena hakikatnya merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat,” ujar Hasto.

Ia menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan partai politik memiliki hubungan erat dengan party resilience sekaligus democracy resilience. Demokrasi akan menjadi rapuh apabila politik terlalu bergantung pada figur, kekuatan modal, mobilisasi aparatur, maupun campur tangan negara dalam kompetisi politik.

Karena itu, Hasto menilai seluruh tahapan pemilu harus dijaga agar berlangsung independen, mulai dari penyusunan regulasi, pencalonan, kampanye, penggunaan fasilitas negara, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara.

Seluruh institusi negara harus berdiri netral dan memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama dalam kontestasi politik. “Ketika negara ikut campur terlalu jauh dalam kompetisi politik, yang rusak bukan hanya satu partai atau satu peserta pemilu, melainkan kepercayaan rakyat terhadap demokrasi itu sendiri,” tegasnya.

Hasto juga mengaitkan persoalan tersebut dengan peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 yang akan diperingati PDI Perjuangan dalam waktu dekat. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran sejarah mengenai bahaya campur tangan negara terhadap kehidupan politik, kebebasan berserikat, dan independensi partai politik.

“Peristiwa 27 Juli mengajarkan bagaimana kekuasaan dapat menciptakan konflik internal partai, membungkam suara kritis, mengontrol pemberitaan, serta mencari kambing hitam atas persoalan yang justru lahir dari tata kelola kekuasaan yang otoriter,” katanya.

Menurut Hasto, peringatan 27 Juli bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi membangun kesadaran kolektif bahwa demokrasi harus terus dirawat agar praktik-praktik otoritarianisme tidak kembali tumbuh dalam wajah yang baru.

“Otoritarianisme hari ini tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan terbuka. Ia dapat muncul melalui pembatasan ruang kritik, pelemahan masyarakat sipil, penggunaan hukum secara selektif, kontrol terhadap ruang publik, hingga penyempitan kebebasan berekspresi,” ujarnya.

Karena itu, Hasto menegaskan bahwa kebebasan berpendapat, kebebasan berserikat, kebebasan berkumpul, kebebasan pers, dan kebebasan akademik merupakan fondasi utama demokrasi yang harus terus dijaga.

“Demokrasi memerlukan kritik. Demokrasi memerlukan checks and balances serta alternatif-alternatif kebijakan. Bahkan kebijakan yang diklaim baik untuk rakyat tetap harus diuji dari sisi filosofi, strategi, operasionalisasi, pengawasan, hingga manfaatnya bagi masyarakat. Stabilitas yang dibangun dengan membungkam kritik bukanlah stabilitas demokratis,” tegasnya.

Hasto juga mengapresiasi penelitian Pangi yang melibatkan 1.600 responden di Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur. Penelitian tersebut menguji pengaruh orientasi isu, personalisasi kandidat, party identification, dan persamaan orientasi kepentingan terhadap fenomena split ticket voting.

Menurut Hasto, temuan tersebut memperkuat pentingnya pelembagaan partai politik di tengah meningkatnya personalisasi politik dan rendahnya kedekatan pemilih dengan partai.

“Demokrasi Indonesia tidak boleh hanya bertumpu pada figur. Demokrasi harus dibangun melalui pelembagaan partai, kaderisasi, kepemimpinan yang berideologi, serta budaya politik yang menghormati kebebasan berpikir dan partisipasi rakyat,” ujarnya.

Hasto menambahkan, PDI Perjuangan akan terus mendorong budaya akademik, pendidikan politik, kaderisasi, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi Indonesia.

“Tidak ada kekuasaan yang abadi. Yang akan dikenang sejarah adalah apakah kekuasaan itu memperkuat demokrasi atau justru melemahkannya. Karena itu, pemilu harus dijaga tanpa intervensi, kritik harus dihormati, dan kebebasan berpendapat harus tetap menjadi napas kehidupan demokrasi Indonesia,” pungkas Hasto. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...