Kamis
17 September 2026 | 2 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Partai Sarana untuk Sejahterakan Rakyat

pdip-jatim-hasto-pelatihan-manajer-kampanye

pdip-jatim-hasto-pelatihan-manajer-kampanyeMATARAM — Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Partai bukan tempat untuk menggantungkan diri mencari kekuasaan ataupun tempat untuk mencari makan. Melainkan bagaimana para kader mengabdikan dirinya kepada rakyat.

“Yang paling utama itu kita menyejahterakan masyarakat, bukan untuk mencari kekuasaan,” tandas Hasto, di Mataram, Selasa (10/5/2016).

PDI Perjuangan, sebut Hasto, juga akan memberikan sanksi pemecatan terhadap kader yang menjadi kepala daerah jika terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Termasuk kepada kader yang menjadi angggota DPR dan DPRD.

“Kalau ada yang melakukan korupsi atau menyalahgunakan kekuasaan, langsung dipecat,” tegasnya.

Untuk membentengi kader agar terhindar dari korupsi, jelas Hasto, DPP PDIP memelopori pembentukan rekening gotong royong. Rekening tersebut diperuntukkan kepada kader yang tertarik berpolitik untuk membangun sebuah peradaban yang bersih.

“Rekening gotong royong ini untuk anggota dan diawasi langsung oleh akuntan publik,” ujarnya.

Dia menyebutkan, seluruh dana yang dikumpulkan melalui rekening gotong royong itu, 40 persen untuk membiayai sekolah partai, 30 persen untuk program kerakyatan dan pemenangan pemilu, 20 persen untuk manajemen partai dan 10 persen untuk pemberdayaan perampuan dan anak.

“Jadi seluruh dana ini dipertanggungjawabkan secara jelas, sehingga dapat menghasilkan kader maupun pemimpin baru dan mampu menggunakan alat kekuasaan sebagai pembebas dari kemiskinan,” paparnya.

Hasto menambahkan, PDI Perjuangan bertanggung jawab untuk membangun kultur organisasi yang kental dengan kerakyatan dan kebudayaan. Kultur organisasi untuk menampilkan wajah kerakyatan partai yang harus terus menerus dibangun itu, terang dia, semuanya dilandasi nilai-nilai ketuhanan, perikemanusiaan,  kebangsaan, musyawarah dan keadilan sosial.

“Kedisiplinan partai mencakup disiplin berpikir, bertindak, berbicara, berkomunikasi, dan disiplin waktu serta semangat untuk terus menerus memperbaiki diri mutlak diperlukan, termasuk juga kerendahatan hati,” tutur Hasto.

Menurut dia, PDIP mengembangkan kepemimpinan ideologis, profesional, berkarakter, dan pada saat bersamaan tetap rendah hati untuk selalu menerima masukan melalui kemampuan mendengarkan suara rakyat.

Kerendahan hati dan tradisi kritik otokritik itu dinilai penting agar PDIP terus menjaga watak politik yang beradab. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Bantu Air Bersih di 5 Desa Kecamatan Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Dampak musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih terus meluas di wilayah Kabupaten ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Usulkan Pekerja Kebersihan Kampung Digandeng BPJS Ketenagakerjaan

SURABAYA — DPRD Kota Surabaya mendorong pekerja kebersihan di lingkungan kampung yang selama ini menerima upah dari ...