Sabtu
18 Juli 2026 | 9 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Partai Sarana untuk Sejahterakan Rakyat

pdip-jatim-hasto-pelatihan-manajer-kampanye

pdip-jatim-hasto-pelatihan-manajer-kampanyeMATARAM — Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Partai bukan tempat untuk menggantungkan diri mencari kekuasaan ataupun tempat untuk mencari makan. Melainkan bagaimana para kader mengabdikan dirinya kepada rakyat.

“Yang paling utama itu kita menyejahterakan masyarakat, bukan untuk mencari kekuasaan,” tandas Hasto, di Mataram, Selasa (10/5/2016).

PDI Perjuangan, sebut Hasto, juga akan memberikan sanksi pemecatan terhadap kader yang menjadi kepala daerah jika terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Termasuk kepada kader yang menjadi angggota DPR dan DPRD.

“Kalau ada yang melakukan korupsi atau menyalahgunakan kekuasaan, langsung dipecat,” tegasnya.

Untuk membentengi kader agar terhindar dari korupsi, jelas Hasto, DPP PDIP memelopori pembentukan rekening gotong royong. Rekening tersebut diperuntukkan kepada kader yang tertarik berpolitik untuk membangun sebuah peradaban yang bersih.

“Rekening gotong royong ini untuk anggota dan diawasi langsung oleh akuntan publik,” ujarnya.

Dia menyebutkan, seluruh dana yang dikumpulkan melalui rekening gotong royong itu, 40 persen untuk membiayai sekolah partai, 30 persen untuk program kerakyatan dan pemenangan pemilu, 20 persen untuk manajemen partai dan 10 persen untuk pemberdayaan perampuan dan anak.

“Jadi seluruh dana ini dipertanggungjawabkan secara jelas, sehingga dapat menghasilkan kader maupun pemimpin baru dan mampu menggunakan alat kekuasaan sebagai pembebas dari kemiskinan,” paparnya.

Hasto menambahkan, PDI Perjuangan bertanggung jawab untuk membangun kultur organisasi yang kental dengan kerakyatan dan kebudayaan. Kultur organisasi untuk menampilkan wajah kerakyatan partai yang harus terus menerus dibangun itu, terang dia, semuanya dilandasi nilai-nilai ketuhanan, perikemanusiaan,  kebangsaan, musyawarah dan keadilan sosial.

“Kedisiplinan partai mencakup disiplin berpikir, bertindak, berbicara, berkomunikasi, dan disiplin waktu serta semangat untuk terus menerus memperbaiki diri mutlak diperlukan, termasuk juga kerendahatan hati,” tutur Hasto.

Menurut dia, PDIP mengembangkan kepemimpinan ideologis, profesional, berkarakter, dan pada saat bersamaan tetap rendah hati untuk selalu menerima masukan melalui kemampuan mendengarkan suara rakyat.

Kerendahan hati dan tradisi kritik otokritik itu dinilai penting agar PDIP terus menjaga watak politik yang beradab. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Ajak Warga Kawal Penyusunan APBD Cegah Program di Luar Perencanaan

Anggota DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo mengajak masyarakat mengawal penyusunan APBD agar setiap program daerah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Serahkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep memberikan dukungan terhadap penguatan peran madrasah diniyah sebagai lembaga ...
HEADLINE

Panitia Bidik Soekarno Cup 2026 Jadi Turnamen Berstandar Nasional

Panitia Soekarno Cup 2026 optimistis turnamen sepak bola usia muda ini menjadi kompetisi berstandar nasional ...
LEGISLATIF

Lengkap, Ini Pandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Lumajang Terhadap Raperda P-APBD 2026

LUMAJANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Ingatkan Keberhasilan Hotline Ditentukan Respons Cepat dan Tindak Lanjut Aduan

DPRD Kota Surabaya menegaskan keberhasilan program hotline Pemkot Surabaya bergantung pada komitmen menindaklanjuti ...
KABAR CABANG

Terus Bergerak dari Akar, DPC Magetan Mantapkan Penguatan Struktur

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus melanjutkan tahapan agenda Musyawarah Ranting dan Anak Ranting ...