Selasa
11 Agustus 2026 | 9 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto Ajak Mahasiswa Nyalakan Api Pemikiran Cak Nur dan Kepemimpinan Intelektual Bung Karno

pdip-jatim-230322-paramadina

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa tokoh sekelas Prof. Dr. Nurcholis Majid alias Cak Nur adalah inspirasi bagi bangsa Indonesia.

Karena itu, Hasto menyebut kehadirannya ke Universitas Paramadina sebagai forum akademia juga digerakkan oleh inspirasi dari Cak Nur.

“Kehadiran saya di Universitas Paramadina sebagai forum akademia sekaligus begitu digerakkan oleh pemikiran-pemikiran Prof. Dr. Nurcholis Majid atau Cak Nur,” kata Hasto kepada awak media usai kuliah umum di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (21/3/2022).

“Beliau telah memberikan suatu inspirasi yang luar biasa tentang Keislaman dan Keindonesiaan, serta berbagai jalan modernisasi melalui keseimbangan alam pikir yang mengedepankan rasionalitas,” sambungnya.

Dia menjelaskan, kepemimpinan intelektual adalah kata kunci dalam membangun peradaban. Ini sejalan dengan apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Bapak Bangsa Ir. Soekarno.

“Sehingga dalam membangun peradaban kita membutuhkan suatu kepemimpinan intelektual. Dan saya sampaikan hasil disertasi saya berkaitan dengan bagaimana pemikiran geopolitik Soekarno, itu memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dalam membangun tata dunia baru berdasarkan konstelasi geografis yang ada,” papar Hasto.

Lantas, kenapa mengajak mahasiswa? Menurut Hasto, dalam teori geopolitik Soekarno didasarkan pada kekuatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan juga instrumen politik yang di dalamnya ada diplomasi dan penggunaan hukum internasional.

“Menciptakan hukum internasional bagi kepentingan nasional kita, sehingga sangat relevan untuk masuk ke dunia kampus,” lanjut Hasto.

Dia juga menegaskan bahwa kita harus belajar dari tradisi intelektual Soekarno, dan itu diawali dari kepemimpinan intelektual.

“Tanpa menyiapkan mahasiswa untuk memperluas cakrawala berpikirnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, riset dan inovasi, kita tak akan bisa membangun kepemimpinan kita,” pungkasnya. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Bidik Talenta Muda Menuju Timnas dan Level Internasional

Soekarno Cup 2026 menjadi panggung talenta muda dari 16 provinsi yang diproyeksikan menjadi cikal bakal pemain ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Dibuka, Komarudin: Dari Kota Kelahiran Bung Karno Kita Nyalakan Semangat Generasi Muda

SURABAYA – Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026, Komarudin Watubun, menegaskan pemilihan Surabaya sebagai tuan ...