SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep dalam rangka memperingati Hari Lahir Bung Karno menggelar doa bersama dan pemotongan tumpeng di Pendopo Agung Sumenep, Selasa (6/6/2023).
Acara tersebut diawali dengan pembacaan surat Yasin, dilanjut ceramah agama yang disampaikan oleh Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Sumenep, KH. Qusyairi dan ditutup dengan doa dan pemotongan tumpeng.
“Alhamdulillah hari ini, kita bersama-sama melaksanakan doa bersama dan pengajian dalam rangka memperingati Hari Lahir Bung Karno,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi.
Menurut pria yang juga menjabat Bupati Sumenep itu, dalam peringatan Bulan Bung Karno tahun ini, DPC Sumenep menggelar berbagai macam rentetan kegiatan berbasis keagamaan, kebudayaan, keolahragaan serta pelestarian lingkungan.

“Selain doa bersama dan pengajian di hari lahir Bung Karno, kita juga menggelar parade musik tong-tong, liga paralayang Jatim di Bukit Lanjari, senam Sicita dan nanti akan diakhiri dengan penanaman pohon bersama kader PDI Perjuangan se-Kabupaten Sumenep,” jelasnya.
Menurut Bupati Fauzi, kegiatan tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus mendoakan almarhum Ir. Soekarno. Sebab, Bung Karno merupakan pahlawan dan Proklamator bangsa ini.
“Semoga Bung Karno dilapangkan kuburnya, dan kita yang ada di sini diberikan nikmat sehat oleh Allah SWT,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fauzi menyampaikan bahwa peringatan Bulan Bung Karno tahun depan akan dimasukkan di Kalender Event Sumenep 2024. Di mana acara tersebut akan digelar satu bulan penuh dengan kegiatan berupa keagamaan, kebudayaan, keolahragaan dan juga pelestarian lingkungan.

“Bulan Bung Karno tahun depan, kita proyeksikan masuk di Kalender Event Sumenep 2024, dan rencana itu sudah mulai kita bicarakan dari saat ini,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Sumenep, H. Zainal Arifin, menambahkan, dengan doa bersama dan pengajian tersebut, pihaknya ingin menegaskan bahwa PDI Perjuangan memiliki gen nasionalis dan religius yang kuat.
“Kalau di Sumenep, semangat nasionalis religius itu bisa kita lihat bagaimana kaum santri menempati posisi strategis dalam kepengurusan DPC hingga Ranting Partai,” terangnya.
Pria yang menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep itu juga menjelaskan pentingnya aktualisasi gagasan Bung Karno, terutama Trisakti, di tengah era digital.
“Melihat dinamika perkembangan masyarakat, nilai-nilai Trisakti begitu urgen diaktualisasikan. Semangat kemandirian ekonomi dan jati diri bangsa yang berbudaya memainkan kunci untuk menuju masyarakat yang maju,” jelasnya. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS