Sabtu
29 Agustus 2026 | 2 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Jadi Sumenep, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Berpakaian Adat Keraton

PDIP-Jatim-Bupati-Fauzi-28102021

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di daerahnya untuk memakai pakaian adat keraton saat Hari Jadi ke-752 Kabupaten Sumenep. Hal tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 556/1826/435.108.3/2021 tentang pemakaian baju adat Bangsawan saat memperingati Hari Jadi ke-752 Kabupaten Sumenep. Pemakaian baju adat bangsawan dilaksanakan pada hari Kamis-Jum’at, 28-29 Oktober 2021 yang merupakan hari kerja efektif, karena tanggal 30-31 bertepatan pada hari Sabtu dan Minggu.

Selain ASN, pemakaian baju adat keraton juga diberlakukan bagi pegawai di instansi vertikal, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dosen serta guru di lingkungan Pemkab Sumenep.

Sementara untuk siswa dan mahasiswa mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta diwajibkan mengenakan pakaian batik Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, pemkab membuat kebijakan tersebut sebagai upaya melestarikan adat dan budaya yang dimiliki Sumenep sejak zaman kerajaan dulu.

“Memakai baju adat ini sebagai upaya melestarikan dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal yang kita miliki. Kata Bung Karno berkepribadian dengan budaya,” ujar Bupati Fauzi, Rabu (27/10/2021).

Selain itu, jelas Bupati Fauzi, pemakaian baju adat keraton ini bertujuan agar para aparatur memiliki semangat dalam menjalankan tugas seperti yang telah dilakukan pendiri Kabupaten Sumenep terdahulu, yaitu Raden Arya Wiraraja.

“Seperti yang kita ketahui, Arya Wiraraja adalah tokoh yang disegani. Beliau merupakan sosok yang memiliki jasa besar mendirikan Nusantara. Oleh karenanya, kita patut mencontoh semangat perjuangan beliau,” tuturnya.

Sebab itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu, berharap Hari Jadi Sumenep tahun ini dapat dijadikan momentum menggelorakan kembali semangat perjuangan para leluhur untuk membangun Kabupaten Sumenep dengan dilandasi nilai luhur budaya.

“Saya berharap peringatan Hari Jadi ini jangan dijadikan sebagai rutinitas seremonial tahunan. Tapi harus mengandung makna dan hakikat untuk membangun Kabupaten Sumenep lebih baik demi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...