Jumat
28 Agustus 2026 | 9 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Ini dalam Sejarah: Insiden Hotel Yamato, Pemicu Aksi 10 November 1945

pdip-jatim-hotel-yamato

HARI ini 73 tahun yang lalu, tepatnya pada 19 September 1945, arek-arek Surabaya menyobek warna biru bendera Belanda yang dikibarkan di Hotel Yamato, Surabaya. Arek-arek Surabaya murka dengan Belanda yang dianggap melakukan pengibaran bendera secara semena-mena.

Kemarahan arek Surabaya memang wajar, sebab Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan sebulan sebelumnya. Selain itu, Indonesia sedang fokus menggalakkan semangat kemerdekaan ke semua wilayah di Indonesia.

Akibatnya, muncul inisiatif dari arek Surabaya untuk merobek bendera tersebut. Peristiwa ini sekaligus menjadi momentum yang pemicu peristiwa 10 November 1945, yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Belanda membawa petaka

Setelah proklamasi kemerdekaan, Pemerintah Indonesia gencar-gencarnya memberikan informasi kepada rakyat mengenai makna kemerdekaan.

Bendera Merah Putih ditetapkan sebagai bendera nasional. Selanjutnya, pemerintah melakukan sosialisasi bendera negara ke semua wilayah.

Surabaya pun menjadi salah satu kota yang ramai mengibarkan bendera Merah Putih ke berbagai sudut kota. Patriotisme dan kebanggaan akan merdekanya Indonesia menjadi alasan utama.

Di satu sisi, Sekutu yang telah memenangkan Perang Dunia 2 ingin mengambil kembali wilayah jajahan dari Belanda, yang merupakan salah satu anggota. Tentara Inggris datang dan tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) untuk melucuti tentara Jepang.

Pihak Inggris juga membawa misi untuk mengembalikan Indonesia kepada administrasi Pemerintahan Belanda. Perwakilan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris.

Kota Surabaya tak lepas dari jangkauan pihak Sekutu. Sekelompok orang Belanda pada 18 September 1945 diketahui mengibarkan bendera Belanda (Merah Putih Biru) tanpa persetujuan Pemerintah Indonesia di Surabaya.

Tepat di tiang paling atas Hotel Yamato, bendera itu berkibar malam harinya. Paginya, ketika arek Surabaya melihat bendera, mereka langsung marah dan murka. Belanda dianggap tak menghargai usaha dari rakyat Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekaan.

Para pemuda Surabaya pagi hari bersitegang dengan orang-orang Belanda di Hotel Yamato karena bendera itu.

Dilansir dari Harian Kompas edisi 20 September 2016, Residen Soedirman didampingi Sidik dan Hariyono menemui WVCh Ploegman yang merupakan perwakilan Inggris, juga orang-orang Belanda di sana. Tujuannya, untuk berunding dan menurunkan bendera yang memicu amarah masyarakat Surabaya.

Ploegman menolak menurunkan bendera Belanda, serta menolak mengakui kedaulatan Indonesia. Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian di lobi Hotel Yamato.

Saat itu, Ploegman tewas dicekik Sidik, lalu Sidik tewas ditembak tentara Belanda. Massa yang datang semakin banyak. Mereka mendukung Residen Soedirman untuk segera membuat inisiatif agar bendera itu segera diturunkan.

Residen Soedirman bersama Haryono akhirnya keluar ruangan dan memberikan informasi kepada massa bahwa perundingan buntu tanpa hasil. Mereka menolak menurunkan bendera itu.

Sebagian pemuda yang datang berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Mereka merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.

“Merdekaaa ! Merdekaaa!” pekik dari massa yang berhasil merobek dan menaikkan lagi bendera merah putih.

Akibat peristiwa ini, berujung pada berbagai pertempuran pertama antara pihak Indonesia dengan tentara Inggris. Akhir dari konflik ini berujung pada peristiwa 10 November 1945. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...