PONOROGO – Sekitar sepuluh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Ponorogo, yang beragama Nasrani merayakan Paskah, Sabtu (8/4/2023).
Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, yang hadir dalam acara pembukaan Paskah di Rutan Kelas IIB Ponorogo itu, mengatakan, dirinya memberikan apresiasi atas terlaksananya perayaan Paskah tersebut. Pasalnya, walaupun sedang menjalani masa tahanan, tak menyurutkan semangat dan kekhusyukan mereka dalam melaksanakan ibadah.
“Selamat Hari Paskah bagi yang merayakan. Saya terima kasih selama ini semua sudah bergandengan erat saling damai support menjaga persatuan,” ujar Bunda Rita, sapaan akrab Wabup Lisdyarita.
Bunda Rita berpesan pada WBP untuk mengikuti setiap kegiatan di Rutan dengan disiplin, baik pembinaan keterampilan maupun kerohanian seperti perayaan Paskah tersebut. Pembinaan menjadi bekal penting mereka ketika kembali ke masyarakat.

“Terus semangat untuk semua dan isi waktu dengan ibadah-ibadah. Pelatihan-pelatihannya juga diikuti. Sehingga setelah keluar dari sini sudah bisa mempraktikkan apa yang telah dipelajari,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.
Sementara itu, Pembimbing Kerohanian Rutan Ponorogo, Jenny Suherlien, mengatakan, perayaan Paskah menjadi momen berharga untuk merenungi kesalahan dan membangkitkan semangat jemaat WBP untuk memperbaiki diri; untuk menjadi sosok-sosok baru yang tidak pernah terlepas dari dekapan dan cinta kasih-Nya.
“Mereka ini sesungguhnya bukan orang jahat, tapi mereka terperosok, dan perlu ditolong. Semoga nantinya napi ini jadi orang berharga. Sesudah keluar dari sini bisa menjadi from zero to hero. Engkau bukan jadi pecundang, tapi akan jadi pembangkit,” ungkapnya. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS