Senin
02 November 2026 | 10 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hadiri Bersih Desa, Santoso Ajak Warga Kota Blitar Tak Lelah Terapkan Prokes

pdip-jatim-santoso-bersih-desa-250621-1

BLITAR – Wali Kota Blitar Santoso menyebut pentingnya melestarikan budaya bersih desa yang telah mengakar sejak zaman dahulu. Baginya bersih desa merupakan wujud ungkapan rasa terima kasih kepada para tokoh pembabat desa terdahulu.

Hal itu dia sampaikan saat menghadiri acara Bersih Desa di Kelurahan Blitar yang bertempat di Balai Diklat Kelurahan Blitar, Jumat (25/6/2021).

Menurut Santoso, rasa syukur itu salah satunya dituangkan dalam acara doa bersama dengan para masyarakat setempat. Doa itu ditujukan kepada arwah khususnya tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam acara itu, Santoso juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak pernah lelah untuk menjaga protokol kesehatan (Prokes) selama pandemi Covid-19 belum berakhir. Tak henti-hentinya, dia menyebutkan adanya risiko terpapar virus Corona saat lalai tidak menerapkan prokes.

“Akibat lalai, yang pada akhirnya, terjadi ledakan kasus Covid-19. Di beberapa daerah mengalami peningkatan yang luar biasa. Hal itu diperparah adanya varian virus baru,” kata Santoso.

Adanya varian delta, sambung kader Banteng ini, yang menyebar di beberapa daerah bisa menjadi contoh adanya virus tersebut. Di Jawa Timur sendiri sudah 10 pasien yang sudah terindikasi terkena virus varian delta.

Sementara itu, acara Bersih Desa di Kelurahan Blitar terdapat nuansa balutan Jawa yang kental.

Terlihat lantunan karawitan dan suara para sinden mewarnai acara Bersih Desa. Ditambah dengan sajian tumpeng menambah kemenarikan acara tersebut.

Anggota DPRD Kota Blitar yang juga masyarakat setempat, Nur Ali menuturkan, untuk acara di tahun ini memang dibuat secara sederhana, lantaran masih dalam masa pandemi Covid-19.

Pagelaran kesenian yang pada tahun sebelumnya digelar secara besar-besaran, untuk tahun ini dilakukan sejumlah pengurangan kegiatan. Salah satunya tidak adanya acara kirab.

“Tetapi yang penting ialah tidak meninggalkan acara inti atau acara sakralnya yakni kenduri,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Blitar itu.

Nur Ali berharap, kenduri itu diharapkan bisa menjadi awal untuk mengakhiri pandemi Covid-19 agar segera berakhir, sehingga kehidupan masyarakat bisa berlangsung dengan normal, serta keadaan ekonomi bisa tertata dengan sedia kala. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...