Sabtu
12 September 2026 | 8 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hadiri Bersih Desa, Santoso Ajak Warga Kota Blitar Tak Lelah Terapkan Prokes

pdip-jatim-santoso-bersih-desa-250621-1

BLITAR – Wali Kota Blitar Santoso menyebut pentingnya melestarikan budaya bersih desa yang telah mengakar sejak zaman dahulu. Baginya bersih desa merupakan wujud ungkapan rasa terima kasih kepada para tokoh pembabat desa terdahulu.

Hal itu dia sampaikan saat menghadiri acara Bersih Desa di Kelurahan Blitar yang bertempat di Balai Diklat Kelurahan Blitar, Jumat (25/6/2021).

Menurut Santoso, rasa syukur itu salah satunya dituangkan dalam acara doa bersama dengan para masyarakat setempat. Doa itu ditujukan kepada arwah khususnya tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam acara itu, Santoso juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak pernah lelah untuk menjaga protokol kesehatan (Prokes) selama pandemi Covid-19 belum berakhir. Tak henti-hentinya, dia menyebutkan adanya risiko terpapar virus Corona saat lalai tidak menerapkan prokes.

“Akibat lalai, yang pada akhirnya, terjadi ledakan kasus Covid-19. Di beberapa daerah mengalami peningkatan yang luar biasa. Hal itu diperparah adanya varian virus baru,” kata Santoso.

Adanya varian delta, sambung kader Banteng ini, yang menyebar di beberapa daerah bisa menjadi contoh adanya virus tersebut. Di Jawa Timur sendiri sudah 10 pasien yang sudah terindikasi terkena virus varian delta.

Sementara itu, acara Bersih Desa di Kelurahan Blitar terdapat nuansa balutan Jawa yang kental.

Terlihat lantunan karawitan dan suara para sinden mewarnai acara Bersih Desa. Ditambah dengan sajian tumpeng menambah kemenarikan acara tersebut.

Anggota DPRD Kota Blitar yang juga masyarakat setempat, Nur Ali menuturkan, untuk acara di tahun ini memang dibuat secara sederhana, lantaran masih dalam masa pandemi Covid-19.

Pagelaran kesenian yang pada tahun sebelumnya digelar secara besar-besaran, untuk tahun ini dilakukan sejumlah pengurangan kegiatan. Salah satunya tidak adanya acara kirab.

“Tetapi yang penting ialah tidak meninggalkan acara inti atau acara sakralnya yakni kenduri,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Blitar itu.

Nur Ali berharap, kenduri itu diharapkan bisa menjadi awal untuk mengakhiri pandemi Covid-19 agar segera berakhir, sehingga kehidupan masyarakat bisa berlangsung dengan normal, serta keadaan ekonomi bisa tertata dengan sedia kala. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...
EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
EKSEKUTIF

Wawali Mojokerto: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah Hak Dasar Setiap Pekerja

MOJOKERTO – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menegaskan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...