Hadapi Dinamika Politik Nasional, Ini Arahan Megawati untuk Kada PDI Perjuangan

 246 pembaca

Megawati minta agar para kader partai tak melakukan “dansa-dansa” politik terkait Pemilu 2024. Namun justru harusnya fokus melakukan kerja riil di tengah rakyat, seperti mewujudkan kedaulatan pangan lewat program tanaman pendamping beras.

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberi pengarahan kepada para kader Banteng yang menjabat sebagai kepala daerah (kada) dalam acara yang bertema “Kebijakan Pembangunan Trisakti” di Sekolah Partai, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (22/9).

Megawati hadir dan duduk bersama Sekjen Hasto Kristiyanto. Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah dan Yasona Laoly juga ikut mendampingi Megawati.

Megawati membuka pengarahannya dengan menceritakan perjalanannya ke Jeju, Korea Selatan, beberapa waktu lalu, menghadiri Forum Perdamaian Jeju.

Di sana, Megawati mengaku menyerukan perdamaian dunia, dan sekaligus mengajak dunia untuk mencoba mewujudkannya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Saya diminta menerangkan Pancasila. Dan saya terangkan mengenai Pancasila,” beber Megawati.

Penjelasan ini menambah pembukaan dari Hasto yang terlebih dahulu sudah memaparkan basil perjalanan Megawati ke Jeju tersebut.

Baca juga: Hadapi Persoalan Rakyat, Hasto: Kepala Daerah PDI Perjuangan Harus Bikin Terobosan Kebijakan

Hasto menayangkan sejumlah foto bukti kegiatan, hingga artikel media massa yang menjelaskan bagaimana Megawati menyuarakan Pancasila serta perdamaian dunia.

Megawati juga berbicara tentang dinamika politik nasional saat ini. Khususnya mengenai peringatan Presiden Joko Widodo mengenai potensi krisis pangan dunia.

Maka Megawati minta para kepala daerah dari PDIP untuk segera mewujudkan instruksi partai agar menanam makanan pendamping beras.

Megawati minta agar para kader partai tak melakukan “dansa-dansa” politik terkait Pemilu 2024. Namun justru harusnya fokus melakukan kerja riil di tengah rakyat, seperti mewujudkan kedaulatan pangan lewat program tanaman pendamping beras itu.

“Saya minta laporannya segera disampaikan,” kata Megawati.

Satu hal lagi yang diingatkan Megawati adalah program relokasi warga dari lingkungan kumuh ke lokasi pemukiman lebih baik serta manusiawi.

Bagi Megawati, memastikan para kader partai berdisiplin menjalankan kerja-kerja demikian menjadi lebih penting dari yang lainnya.

“Sebab dengan kerja kerakyatan penuh kedisiplinan begitu, rakyat juga pasti akan memilih kalian kembali,” ujarnya.

Megawati juga mengingatkan para kepala kader, khususnya para kepala daerah, untuk menjaga perilaku dan menjauhkan diri dari perilaku koruptif.

Ditegaskan Megawati, semua kader PDIP harus membangun legacy di wilayahnya masing-masing dengan membuat prestasi sebanyak-banyaknya.

“Orang akan melihat kalian. Dan kalian dilihat karena perbuatan yang baik kepada rakyat dan pengakuan atas kerja terhadap rakyat itu,” tutur Megawati.

“Apakah kalian tak mau mendapatkan penghargaan-penghargaan atas perbuatan baik ke rakyat?” tanya Presiden ke-5 RI tersebut.

Kesempatan ini dipergunakan Megawati untuk mengingatkan para kepala daerah dalam hal pembentukan BRIN Daerah di wilayah masing-masing.

Sesi pengarahan Megawati itu sendiri berlangsung serius tapi santai. Berkali-kali Megawati tertawa bersama dengan para kepala daerah PDI Perjuangan yang hadir.

Hasto kembali menegaskan kepada para peserta bahwa Ketua Umum Megawati mengajak semua kader menyadari tantangan yang tak mudah saat ini.

“Tapi selama kita berdisiplin satu komando, tegak lurus mengikuti instruksi Ibu ketua umum, kita akan menempuh jalan kemenangan bagi partai dengan menyatu kepada rakyat,” tegas Hasto. (goek/pr)

Tinggalkan Balasan