Selasa
13 Oktober 2026 | 12 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hadapi Cuaca Ekstrem, Bupati Fauzi Imbau Masyarakat Waspada

PDIP-Jatim-Achmad-Fauzi-03062025

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Imbauan itu untuk mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026.

“Kami tidak ingin bencana terjadi di Kabupaten Sumenep, namun sikap waspada perlu dilakukan sejak dini,” ujar Fauzi, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat harus berperan aktif dalam meningkatkan kewaspadaan bencana alam. Pemerintah daerah, tambahnya, tidak bisa bekerja sendiri dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana.

“Langkah-langkah sederhana seperti membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta memantau kondisi sekitar saat hujan deras, sangat penting dilakukan oleh masyarakat,” ujarnya.

Fauzi juga menegaskan, masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur akhir tahun, agar selalu memperhatikan informasi cuaca dan kondisi lingkungan, bahkan tidak memaksakan diri bepergian jika kondisi cuaca dinilai membahayakan.

Karena itu, seluruh masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dan disiplin dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar selama periode akhir tahun.

“Masyarakat hendaknya mengutamakan keselamatan. Jadi, jika kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya tunda perjalanan demi keselamatan bersama,” tandasnya.

Seperti diketahui, untuk periode minggu kedua Desember hingga awal Januari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Monsoon Asia mulai aktif, sehingga meningkatkan curah hujan di Indonesia.

Munculnya anomali atmosfer Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan Rossby Equator yang memicu hujan ekstrem, hingga hadirnya seruak dingin Siberia yang turut memperkuat intensitas hujan dan Bibit siklon tropis berpotensi tumbuh di wilayah selatan Indonesia.

Daerah yang perlu waspada pembentukan bibit siklon, antara lain Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa – Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan dan Tengah.

BMKG mengingatkan, meskipun Indonesia umumnya tidak berada pada jalur siklon, anomali cuaca dapat mengubah pola tersebut, seperti Siklon Senyar yang menyebabkan kerusakan luas dan hujan ekstrem lebih dari 380 milimeter perhari di Aceh beberapa waktu lalu.

Pada 28 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, hampir seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, NTT, NTB, hingga sebagian Sulawesi Selatan dan Papua Selatan berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi (300-500 milimeter per bulan).

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gelar Evaluasi Innovative Government Award, Bupati Lukman Bidik Kabupaten Terinovatif 2026

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berkomitmen memperkuat inovasi daerah untuk meningkatkan ...
SEMENTARA ITU...

32 Tim Pesantren Ikuti Liga Santri Bupati Cup 2026, Rijanto Dorong Persatuan

BLITAR – Sebanyak 32 tim futsal dari pondok pesantren se-Blitar Raya mengikuti Liga Santri Bupati Cup 2026. ...
KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...