Rabu
12 Agustus 2026 | 8 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hadapi Cuaca Ekstrem, Bupati Fauzi Imbau Masyarakat Waspada

PDIP-Jatim-Achmad-Fauzi-03062025

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Imbauan itu untuk mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026.

“Kami tidak ingin bencana terjadi di Kabupaten Sumenep, namun sikap waspada perlu dilakukan sejak dini,” ujar Fauzi, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat harus berperan aktif dalam meningkatkan kewaspadaan bencana alam. Pemerintah daerah, tambahnya, tidak bisa bekerja sendiri dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana.

“Langkah-langkah sederhana seperti membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta memantau kondisi sekitar saat hujan deras, sangat penting dilakukan oleh masyarakat,” ujarnya.

Fauzi juga menegaskan, masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur akhir tahun, agar selalu memperhatikan informasi cuaca dan kondisi lingkungan, bahkan tidak memaksakan diri bepergian jika kondisi cuaca dinilai membahayakan.

Karena itu, seluruh masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dan disiplin dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar selama periode akhir tahun.

“Masyarakat hendaknya mengutamakan keselamatan. Jadi, jika kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya tunda perjalanan demi keselamatan bersama,” tandasnya.

Seperti diketahui, untuk periode minggu kedua Desember hingga awal Januari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Monsoon Asia mulai aktif, sehingga meningkatkan curah hujan di Indonesia.

Munculnya anomali atmosfer Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan Rossby Equator yang memicu hujan ekstrem, hingga hadirnya seruak dingin Siberia yang turut memperkuat intensitas hujan dan Bibit siklon tropis berpotensi tumbuh di wilayah selatan Indonesia.

Daerah yang perlu waspada pembentukan bibit siklon, antara lain Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa – Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan dan Tengah.

BMKG mengingatkan, meskipun Indonesia umumnya tidak berada pada jalur siklon, anomali cuaca dapat mengubah pola tersebut, seperti Siklon Senyar yang menyebabkan kerusakan luas dan hujan ekstrem lebih dari 380 milimeter perhari di Aceh beberapa waktu lalu.

Pada 28 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, hampir seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, NTT, NTB, hingga sebagian Sulawesi Selatan dan Papua Selatan berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi (300-500 milimeter per bulan).

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...