JAKARTA – Anggota DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan, pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani agar jangan ada kecurigaan terhadap rencana revisi UU Mineral dan Batu Bara (Minerba), membuktikan bahwa DPR menyediakan ruang bagi rakyat untuk mengontrol proses revisi tersebut.
Menurut Gus Falah, Puan Maharani ingin menegaskan bahwa dalam proses revisi UU Minerba, DPR menerima aspirasi dan masukan dari seluruh elemen masyarakat.
“Sebetulnya, munculnya wacana RUU ini kan dilandasi semangat perbaikan terhadap regulasi tersebut demi kemaslahatan rakyat. Karena itu, mbak Puan menegaskan bahwa DPR membuka ruang seluas-luasnya untuk mendengarkan aspirasi dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Gus Falah, Jumat (31/1/2025).
Baca juga => Cari Titik Temu Soal Polemik Kampus Bisa Kelola Tambang, Puan: DPR Buka Ruang Diskusi
Di bawah kepemimpinan Puan, lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut, DPR pasti membuka ruang-ruang aspirasi dari masyarakat. Hal itu, imbuh dia, dilakukan agar tidak terjadi salah persepsi terhadap proses legislasi di DPR.
“Jadi pernyataan mbak Puan itu bisa dikatakan juga sebagai jaminan, bahwa pembahasan revisi UU Minerba melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Baleg DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara menjadi usul inisiatif DPR RI.
Sebanyak delapan fraksi di DPR RI menyetujui adanya pembahasan lanjutan terhadap revisi UU tersebut.
Fraksi PDI Perjuangan mengatakan persetujuan dengan beberapa catatan. PDI Perjuangan meminta pembahasan selanjutnya dari RUU ini untuk melibatkan masyarakat.
Partai ini berharap kewenangan yang diberikan kepada pihak terkait tidak disalahgunakan. (red)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS