Senin
19 Oktober 2026 | 11 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Guntur Wahono Dorong Adanya Perda Lembaga Adat Desa di Kabupaten Blitar

pdip-jatim-211127-guntur-wahono-sosialisasi-1

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Guntur Wahono mendorong Pemkab Blitar bersama DPRD setempat membuat Peraturan Daerah tentang Lembaga Adat Desa (LAD).

Guntur menyebut, keberadaan Lembaga Adat Desa ini penting untuk melindungi adat dan tradisi budaya di masing-masing desa. Harapannya, kearifan lokal yang hidup di suatu desa bisa lestari.

Oleh karena di Kabupaten Blitar belum ada perdanya, jelas anggota Komisi D DPRD Jatim ini, LAD akhirnya juga masih belum berkembang.

“Bahkan masyarakat tidak tahu dan itu sebetulnya anggarannya sudah melekat pada Dana Desa sehingga kepala desa harus segera membuat Lembaga Adat Desa untuk melindungi semua kegiatan budaya di wilayahnya masing–masing,” beber Guntur di Blitar, Sabtu (27/11/2021).

Secara terbuka, hal itu telah dia sampaikan di acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bertema ”Kebhineka Ragaman Budaya Nusantara Dalam Menjaga NKRI” di sebuah rumah makan di Kota Blitar, Jumat kemarin.

Selain Guntur, acara itu juga menghadirkan pemateri dari akademisi Pusat Kajian Pemajuan Kebudayaan Universitas Negeri Malang dan Universitas Tulungagung. Sosialisasi dihadiri undangan dari berbagai elemen masyarakat yang konsen di bidang kebudayaan.

Soal wawasan kebangsaan, menurut Guntur, adalah konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah yang menyatukan bangsa dan negara secara utuh menyeluruh, mencakup seluruh bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam.

”Kegiatan ini akan selalu berkesinambungan dan tiap sebulan sekali kami mengadakan kegiatan sosialisasi tentang wawasan kebangsaan,” ujar Sekretaris Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Oleh karena konsisten di bidang kebudayaan, lanjut Guntur, sosialisasi wawasan kebangsaan yang dia gelar berorientasi tentang upaya memajukan kebudayaan. Hal ini, sebutnya, termasuk sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat pelaku budaya.

“Nanti lewat APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2023 kami siapkan dana aspirasi untuk pengembangan kebudayaannya,” pungkas legislator dari dapil 7 Jatim (Blitar Raya dan Tulungagung) ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...