BLITAR – Bupati Rijanto mengapresiasi peran Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Blitar. Menurutnya, GP Ansor telah terbukti menjadi benteng moral dan ideologis yang mampu memfilter berbagai pengaruh negatif di era digital.
Dia menegaskan, perkembangan zaman yang begitu cepat membutuhkan keterlibatan pemuda yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, dan komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan.
“Sebagai organisasi besar dengan jaringan kuat, GP Ansor memiliki kontribusi penting dalam menjaga harmoni di masyarakat,” ujar Rijanto di acara pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Blitar masa khidmah 2025–2029 yang digelar di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Sabtu (6/12/2025).
“Pemerintah daerah membutuhkan mitra strategis seperti Ansor untuk menciptakan ruang sosial yang aman, tertib, dan penuh toleransi,” sambung dia.

Lebih jauh, bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar ini berharap pengurus baru mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab.
“Semangat hubbul wathan minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman diharapkan menjadi landasan dalam setiap langkah organisasi,” tuturnya.
Dia juga menekankan pentingnya melahirkan generasi muda yang tidak hanya religius, tapi juga produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di berbagai bidang.
Sementara itu, saat pelantikan, ruang pendopo tampak penuh oleh para kader Ansor dan tamu undangan, menciptakan suasana khidmat sekaligus semarak.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, mulai dari jajaran Forkopimda, Wali Kota Blitar, Anggota DPRD Komisi C Provinsi Jawa Timur, hingga PC GP Ansor Provinsi Jawa Timur.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan bernuansa keagamaan terbesar di Indonesia itu.
Momentum pelantikan ini semakin meriah dengan hadirnya Collab Art Festival sebuah pameran ekonomi kreatif, seni, dan budaya yang digelar oleh Komite Ekraf Kabupaten Blitar. Beragam karya lokal ditampilkan, mulai dari kriya, fotografi, kuliner, hingga pertunjukan seni.
Festival tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pelaku kreatif, dan pemerintah daerah bisa menghadirkan energi positif bagi pengembangan potensi lokal. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










