BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar menghidupkan kembali denyut tradisi kepanduan melalui Gerak Jalan Tradisional Pramuka Bakung–Lodoyo (Balod) 2025.
Kegiatan yang sempat vakum hampir lima tahun ini bukan sekadar ajang ketahanan fisik, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda yang sarat nilai kebangsaan, disiplin, dan solidaritas.
Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Bupati Blitar, Rijanto, di Lapangan Bakung, Kecamatan Bakung, Jumat (12/12/2025) malam.
Di bawah cahaya lampu dan udara malam yang dingin, puluhan peleton pramuka bersiap menempuh perjalanan panjang sejauh 32 kilometer menuju Alun-alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan.
Bupati Rijanto menegaskan, kebangkitan kembali gerak jalan Balod menjadi ikhtiar Pemkab Blitar dalam merawat tradisi edukatif yang menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda, di tengah arus zaman yang semakin instan.
“Gerak jalan ini bukan lomba semata, tetapi proses menempa mental, kebersamaan, dan kecintaan terhadap bangsa. Anak-anak muda perlu ruang seperti ini agar tidak tercerabut dari akar sejarah dan nilai Pancasila,” ujarnya.
Menurutnya, rute Bakung–Lodoyo memiliki makna historis yang kuat. Jalur tersebut merekam napak tilas perjuangan masa lalu, termasuk peristiwa Operasi Trisula pada 1968 yang menjadi bagian penting sejarah Blitar Selatan.
“Monumen perjuangan masih berdiri kokoh hingga hari ini. Gerak jalan Balod mengajarkan bahwa nilai Pancasila diperjuangkan dengan pengorbanan, bukan sekadar dihafalkan,” imbuh Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar ini.
Sebanyak 60 peleton pramuka dari berbagai gugus depan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka diberangkatkan pukul 20.30 WIB dan diperkirakan mencapai garis akhir pada Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.
Selama semalaman penuh, para peserta berjalan kaki menembus gelap, menjaga barisan, dan saling menguatkan satu sama lain.
Semangat peserta tampak menyala sepanjang perjalanan. Lagu-lagu perjuangan dan yel-yel pramuka menggema di sepanjang rute, menciptakan suasana heroik yang membangkitkan optimisme.
Pemkab Blitar berharap, gerak jalan Balod tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga simbol kebangkitan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak belajar tentang arti ketahanan, kebersamaan, dan cinta tanah air dengan cara yang nyata dan membumi.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Dari langkah-langkah kecil malam ini, lahir generasi besar yang siap menjaga bangsa,” pungkas Rijanto.(arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










