SURABAYA — Hangat, cair, dan penuh nuansa kebersamaan. Itulah suasana yang terasa dalam gelaran halalbihalal PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Minggu (12/4/2026).
Nuansa religius menyelimuti ruangan ketika lantunan ayat suci Al-Quran menggema.
Qori’ah nasional Elviyatur Rosyidah membacakan ayat-ayat dengan suara merdu dan penuh penghayatan, menghadirkan suasana khidmat yang membuat para peserta terdiam sejenak, larut dalam makna.
Baca juga: Said Abdullah Tegaskan Jatim Rumah Ijo-Abang, NU dan PDIP Tak Terpisahkan

Ayat yang dibacakan bukan sekadar lantunan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga nilai kebenaran, keimanan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian acara halalbihalal, suasananya mencair, ketika grup musik El Corona Gambus tampil di panggung, menghadirkan irama melayu yang lembut sekaligus menghibur.
Petikan nada gambus berpadu dengan alunan sholawat dan lagu-lagu populer seperti “Ikan Dalam Kolam”, “Pantun Janda”, hingga “Khayalanku”.
Para peserta tampak menikmati, sebagian mengangguk mengikuti irama, sebagian lainnya tersenyum dalam suasana santai yang tetap terasa hangat.

Keyboardist El Corona, Ardi, menyebut penampilan mereka memang dirancang untuk menyesuaikan suasana acara yang sarat makna kebersamaan.
“Kami bawakan lagu-lagu melayu yang ringan, sholawat, dan beberapa lagu andalan agar suasananya tetap hangat,” ujarnya.
Acara halalbihalal juga diisi tausiyah
Pengasuh Pondok Pesantren Qolam Wa Lauh (Kwagean, Kediri), Ning Nadia Abdurrahman, Lc.

Di sela tausiyahnya, Ning Nadia mengajak para kader Banteng untuk mencapai tingkatan tertinggi dalam silaturahmi, yaitu tetap menyambung hubungan meskipun kepada mereka yang pernah memutusnya.
Perpaduan antara tilawah yang syahdu dan musik gambus, dan tausiyah menjadikan halalbihalal PDI Perjuangan Jatim kali ini tidak sekadar seremoni, melainkan ruang perjumpaan yang lebih manusiawi—tempat di mana silaturahmi, hiburan, dan nilai spiritual bertemu dalam satu suasana.
Di tengah riuh yang sederhana, acara ini seperti mengingatkan kembali makna Syawal: saling memaafkan, merajut kembali hubungan, dan menjaga kebersamaan dalam keberagaman. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










