Kamis
04 Juni 2026 | 11 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gambus, Sholawat, Tausiyah dan Tilawah: Hangatnya Halalbihalal PDIP Jatim

pdip jatim 260412 halbil dpd 2026 1

SURABAYA — Hangat, cair, dan penuh nuansa kebersamaan. Itulah suasana yang terasa dalam gelaran halalbihalal PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Minggu (12/4/2026).

Nuansa religius menyelimuti ruangan ketika lantunan ayat suci Al-Quran menggema.

Qori’ah nasional Elviyatur Rosyidah membacakan ayat-ayat dengan suara merdu dan penuh penghayatan, menghadirkan suasana khidmat yang membuat para peserta terdiam sejenak, larut dalam makna.

Baca juga: Said Abdullah Tegaskan Jatim Rumah Ijo-Abang, NU dan PDIP Tak Terpisahkan

Ayat yang dibacakan bukan sekadar lantunan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga nilai kebenaran, keimanan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian acara halalbihalal, suasananya mencair, ketika grup musik El Corona Gambus tampil di panggung, menghadirkan irama melayu yang lembut sekaligus menghibur.

Petikan nada gambus berpadu dengan alunan sholawat dan lagu-lagu populer seperti “Ikan Dalam Kolam”, “Pantun Janda”, hingga “Khayalanku”.

Para peserta tampak menikmati, sebagian mengangguk mengikuti irama, sebagian lainnya tersenyum dalam suasana santai yang tetap terasa hangat.

Keyboardist El Corona, Ardi, menyebut penampilan mereka memang dirancang untuk menyesuaikan suasana acara yang sarat makna kebersamaan.

“Kami bawakan lagu-lagu melayu yang ringan, sholawat, dan beberapa lagu andalan agar suasananya tetap hangat,” ujarnya.

Acara halalbihalal juga diisi tausiyah
Pengasuh Pondok Pesantren Qolam Wa Lauh (Kwagean, Kediri), Ning Nadia Abdurrahman, Lc.

Di sela tausiyahnya, Ning Nadia mengajak para kader Banteng untuk mencapai tingkatan tertinggi dalam silaturahmi, yaitu tetap menyambung hubungan meskipun kepada mereka yang pernah memutusnya.

Perpaduan antara tilawah yang syahdu dan musik gambus, dan tausiyah menjadikan halalbihalal PDI Perjuangan Jatim kali ini tidak sekadar seremoni, melainkan ruang perjumpaan yang lebih manusiawi—tempat di mana silaturahmi, hiburan, dan nilai spiritual bertemu dalam satu suasana.

Di tengah riuh yang sederhana, acara ini seperti mengingatkan kembali makna Syawal: saling memaafkan, merajut kembali hubungan, dan menjaga kebersamaan dalam keberagaman. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur mengangkat isu pemanasan global dan perubahan iklim dalam Bimtek Fraksi ...
KRONIK

Jalur Sarangan dan Tinap Magetan Butuh Penanganan Segera

MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan ...
KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...
KRONIK

Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Manfaatkan Posko Makanan Gratis yang Disediakan Nila Yani Hardiyanti

GRESIK – Posko makanan gratis yang didirikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, ...
HEADLINE

319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali

Sebanyak 319 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimtek ...