Rabu
01 Juli 2026 | 5 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fuad Benardi Desak Regulasi untuk Lindungi Fasum Akibat Viralnya Fenomena Koin Jagat

pdip jatim 230419 fuad benardi

SURABAYA – Fenomena permainan berburu harta karun digital bernama Koin Jagat telah mengakibatkan kerusakan fasilitas umum (fasum) seperti taman-taman kota di Surabaya.

Menyikapi hal tersebut Anggota DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) segera turun tangan mengatur permainan ini agar tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut.

“Kementerian Komdigi perlu mengatur dan membatasi aktivitas ini. Saya banyak menerima laporan bahwa titik-titik perburuan Koin Jagat banyak berada di taman-taman Kota Surabaya, yang akhirnya merusak fasilitas umum,” ungkap Fuad, Kamis (15/01/2025).

Koin Jagat, yang menjadi viral di media sosial, memungkinkan pemain berburu tiga jenis koin, emas, perak, dan perunggu, melalui aplikasi berbasis realitas augmented.
Namun, popularitasnya membawa konsekuensi negatif. Beberapa pemburu koin dilaporkan menginjak-injak tanaman di taman kota demi menemukan koin-koin virtual tersebut.

Fuad, legislator dari daerah pemilihan Surabaya, menyoroti pentingnya menjaga fasilitas umum, terutama taman, yang menjadi ruang hijau vital bagi masyarakat.

Dua menegaskan bahwa kerusakan pada fasum tidak hanya merugikan keindahan kota tetapi juga membebani anggaran daerah untuk perbaikan.

“Taman itu bukan hanya untuk keindahan, tapi juga tempat masyarakat menikmati udara segar dan bersosialisasi. Merusaknya sama saja dengan merugikan masyarakat secara keseluruhan. Kita tidak bisa membiarkan ini terus berlanjut tanpa regulasi,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menekankan bahwa pembangunan dan pemeliharaan taman memerlukan biaya besar. Jika taman rusak akibat permainan seperti Koin Jagat, pemerintah daerah harus mengalokasikan anggaran tambahan untuk memperbaikinya.

Menurutnya, hal ini tentu tidak adil bagi masyarakat yang sebenarnya memiliki hak atas fasilitas umum tersebut.

“Kerusakan fasilitas umum berarti kita harus mengeluarkan anggaran lagi. Ini tentu merugikan semua pihak. Pemerintah pusat harus hadir dengan regulasi yang jelas agar aktivitas semacam ini tidak mengorbankan fasilitas publik,” imbuhnya.

Sebagai solusi, Fuad mengusulkan adanya pembatasan area perburuan koin yang tidak mengganggu ruang publik seperti taman, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga fasilitas umum.

Dia juga berharap pengembang aplikasi Jagat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan aktivitas permainan tidak melanggar aturan atau merusak lingkungan.

“Kita semua tentu mendukung inovasi digital, tetapi harus ada batasan agar dampaknya tidak merugikan masyarakat luas. Saya harap Komdigi segera merespons fenomena ini dengan kebijakan yang bijak,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ratusan Pecatur Muda Gresik Berlaga di Soekarno Cup 2

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar turnamen Catur Soekarno Cup 2 Gresik Junior Chess Fighter ...
KRONIK

Banggar DPR Sepakati Anggaran Sekolah Swasta Gratis pada RAPBN 2027

JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI resmi menyepakati tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor ...
KRONIK

Menghidupkan Marhaenisme di Hutan Jono: Saat Gotong Royong Petani Menjinakkan Paceklik Ekonomi

BOJONEGORO – Di tengah bayang-bayang pelemahan ekonomi dan penurunan daya beli yang kian menjepit masyarakat bawah, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Batu Minta Tiga Raperda Strategis Segera Diimplementasikan

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu meminta tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis yang telah ...
KABAR CABANG

Airlangga Pribadi: Tantangan Kemerdekaan Kini Hadir dalam Ketimpangan Ekonomi Digital

Airlangga Pribadi Kusuma menilai tantangan kemerdekaan Indonesia kini hadir dalam ketimpangan ekonomi digital. ...
KRONIK

Pawai Muharram Sumenep, Ajang Pembentukan Karakter Generasi Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melapas Pawai Muharram 1448 Hijriah di depan Labang Mesem, pada ...