Senin
09 Februari 2026 | 5 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDIP Surabaya Sesalkan Tindakan Satpol PP Tertibkan PKL Genteng Sidomukti

pdip-jatim-syaifuddin

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya menyoroti tindakan petugas Satpol PP yang kurang koordinasi saat menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Genteng Sidomukti, Selasa (24/12/2019).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, seharusnya dalam menjalankan roda pemerintahan daerah, koordinasi dilakukan dengan baik. Apalagi untuk masalah yang sangat krusial terkait dengan nasib PKL.

“Ini urusan perut rakyat kecil, jadi harus benar-benar berjalan dengan baik,” kata Syaifuddin Zuhri, Kamis (26/12/2019).

Pihaknya menyesalkan sikap Satpol PP yang tidak menghormati langkah anggota DPRD Kota Surabaya Anas Karno untuk membantu mencarikan solusi buat PKL Genteng Sidomukti pada saat penertiban berlangsung.

“Satpol PP semestinya ikut carikan solusi buat PKL, bukan malah mengintimidasi dengan merampas dagangan,” ujar Cak Ipuk, sapaan akrabnya.

Menurutnya, sikap yang diambil anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya Anas Karno hingga nyaris bentrok dengan Satpol PP adalah bentuk pertanggungjawaban yang bersangkutan sebagai wakil rakyat dalam menjalankan fungsi kontrol.

“Kami sangat menyesalkan, padahal Bu Risma (Wali Kota Surabaya) itu pemimpin yang memegang komitmen dan selalu welas asih kepada wong cilik. La ini kok Satpol PP sebagai bawahannya Bu Risma bersikap sewenang-wenang,” katanya.

Sebelumnya, insiden nyaris bentrok antara Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno dengan anggota Satpol PP terjadi saat razia PKL di samping Gedung Siola, Selasa (24/12/2019).

Saat itu, Anas Karno menerangkan bahwa sesuai dengan hasil rapat di Komisi B yang melibatkan PKL dan Satpol PP pada bulan November lalu disepakati bahwa PKL boleh berjualan kembali jika proyek pavingisasi Jalan Genteng Sidomukti telah selesai.

Adapun syaratnya, PKL berjualan dengan menggunakan sarana tidak boleh permanen atau memakai gerobak, dan tidak mengganggu jalan, khususnya bagi mobil pemadam kebakaran.

Setelah pavingisasi selesai, sesuai dengan komitmen dalam rapat, para PKL pun kembali berjualan. Akan tetapi, malah dirazia Satpol PP.

Mendengar kisruh itu, Anas Karno meluncur ke lokasi setelah menelepon Satpol PP untuk menunggu koordinasi jika akan melakukan penertiban.

Anas Karno juga melihat para PKL telah mematuhi segala persyaratan untuk kembali berjualan, yaitu memakai gerobak alias tidak permanen.

Selain itu, para PKL tidak menganggu pejalan kaki dan siap menjaga kebersihan. Namun, Satpol PP bersikeras melarang PKL berjualan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Tuntaskan Penjaringan Calon Ketua PAC di Semua Dapil

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro secara resmi mengakhiri tahapan ...
KOLOM

Deni Wicaksono Dukung RS BHC Run, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sumenep

SUMENEP – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan RS BHC ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin: Program Gentengisasi Prabowo Sejalan dengan Konsep Kota Atraktif Trenggalek

TRENGGALEK — Bupati Mochamad Nur Arifin memastikan arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Trenggalek ...
SEMENTARA ITU...

Suwondo Dorong Konservasi Hulu Sungai Jari demi Ketahanan Air Petani Blitar

BLITAR – Pagi itu, embun masih menggantung di dedaunan ketika sejumlah warga berkumpul di hulu Sungai Jari, Desa ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Pengajian Muslimat NU, Anggota DPRD Magetan Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

MAGETAN – Di tengah derasnya arus keterbukaan informasi, penguatan karakter generasi muda melalui pendidikan agama ...
KRONIK

Said Abdullah Dorong RS BHC Run Jadi Agenda Tahunan, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

SUMENEP – Event RS BHC Run 2026 sukses menarik ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan lari ...