Jumat
03 Juli 2026 | 3 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Banteng Soroti Tingginya Angka Pengangguran di Kota Malang

pdip-jatim-230806-luluk-zuhriyah

MALANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang menyoroti tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Malang yang masih berada di angka 7,66 persen. Sebab angka tersebut dianggap masih berada di atas target yang ditentukan Pemprov Jatim, yaitu 5,49 persen.

Padahal, sebagai daerah dengan potensi ekonomi terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya, Kota Malang diharapkan mampu memanfaatkan berbagai peluang pengembangan ekonomi di sektor industri kreatif dan digital yang mampu menyerap tenaga kerja. Utamanya masyarakat yang berada di kategori usia produktif.

“TPT di kota Malang ini masih sangat tinggi, sehingga kami mengingatkan dengan fenomena jebakan ekonomi di Kota Malang. Sebab bonus demografi harus bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Malang, bukan malah menjadi kutukan,” ujar juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang, Luluk Zuhriyah, Jumat (4/8/2023).

Dalam agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD, terkait Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan dan Plafon Anggaran Sementara APBD Kota Malang Tahun 2023, Luluk menegaskan sikap Fraksi PDI Perjuangan yang meminta Pemkot memberikan perhatian ekstra terhadap tingkat pengangguran terbuka.

Apalagi Pemkot Malang pada tahun anggaran 2023 mengusung tema “Pemanfaatan Industri Kreatif melalui Transformasi Digital dengan Dukungan Infrastruktur yang Terintegrasi”. Luluk mempertanyakan sejauh mana peran Pemkot Malang dalam memaksimalkan potensi industri kreatif itu.

“Spirit tersebut masih bersifat semboyan, sebab road map pembangunannya belum terlihat secara konkret. Artinya misi tersebut terkesan formalitas saja,” tegasnya.

Menurutnya, Pemerintah RI saat ini sudah seringkali mempromosikan arah baru ekonomi Indonesia yang ditopang sektor UMKM, ekonomi kreatif dan ekonomi milenial. Ini sebagai sebuah terobosan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sehingga Kota Malang yang memiliki potensi tersebut harus bisa memanfaatkan melalui strategi dan kebijakan anggaran yang sesuai,” jelas Luluk Zuhriyah.

Apalagi dalam 4 tahun terakhir, dia menyoroti serapan anggaran belanja Kota Malang yang sangat mengecewakan karena masih berada di bawah minimal 90 persen yang ditentukan oleh pemerintah pusat.

“Padahal, seharusnya Kota Malang sebagai salah satu daerah yang memiliki kompleksitas dan tantangan pembangunan bisa memanfaatkan anggaran yang ada secara optimal dan bisa melakukan serapan anggaran di atas 95 persen,” ujarnya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Ajak Seluruh Stakeholder Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan

BANYUWANGI – Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah, pemangku kesehatan daerah diharapkan bisa ...
KRONIK

Kejurprov Voli Pantai U-17 2026 di Sumenep, Saatnya Atlet Muda Tunjukkan Kemampuan Terbaik

SUMENEP – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Voli Pantai U-17 2026 di Kabupaten Sumenep, sebagai momentum strategi ...
LEGISLATIF

Ketua Komisi E DPRD Jatim Dorong Percepatan Renovasi GOR Velodrome Malang

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno mendorong percepatan renovasi GOR Velodrome Malang serta ...
PEMILU

Sinung Sudrajad: Pilkada Langsung Perkuat Legitimasi Pemerintahan Daerah

PDI Perjuangan Bondowoso menilai pilkada langsung memperkuat legitimasi pemerintahan daerah karena kepala daerah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Pembangunan KEK Pariwisata Tak Hanya Kejar Investasi, Hak Masyarakat Harus Dilindungi

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta pemerintah memperbaiki tata kelola KEK Pariwisata agar tidak hanya ...
LEGISLATIF

Jaga Stabilitas Harga di Tingkat Peternak, DPRD Jatim Siapkan Perda Tata Niaga Telur

Komisi B DPRD Jatim menyiapkan Perda Tata Niaga Telur untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus ...