Jumat
16 Oktober 2026 | 9 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Festival Reog di Sumsel, Wabup Lisdyarita Ajak Masyarakat untuk Melestarikannya

PDIP-Jatim-Lisdyarita-21062023

PONOROGO – Tidak hanya di Ponorogo, reog ternyata juga berkembang di beberapa daerah di pelosok Indonesia. Terbukti, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Festival Reog Ponorogo dan Kuda Lumping di Graha Budaya, Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring Palembang, Minggu (18/6/2023).

Dibuka oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, ada 25 grup dari Sumsel, Lampung, dan Jambi yang terlibat dalam festival tersebut.

Herman Deru mengatakan, festival tersebut sebagai upaya Pemprov Sumsel turut serta melestarikan dan mengembangkan kesenian Nusantara. Menurutnya, kesenian Nusantara mempunyai nilai jual tinggi bagi sektor pariwisata.

“Di Sumatera Selatan ada 58 suku dari seluruh Indonesia yang hidup harmonis. Kebhinekaan ini bisa menjadi kekuatan untuk memajukan Sumsel. 38 persen warga Sumsel suku Jawa dan sebagian besarnya dari Jawa Timur,” ujarnya.

“Silaturahim selama ini terjalin dengan baik. Semoga terus terjaga dan kesenian leluhur bisa dilestarikan,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, yang hadir dalam pembukaan festival itu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterlibatan Pemprov Sumsel mengembangkan Reog Ponorogo di wilayahnya. Ia juga meminta masyarakat Jawa untuk tidak lupa akan kesenian leluhurnya.

“Mereka berperan penting tidak hanya melestarikan, namun juga mengembangkan Reog Ponorogo di seluruh Indonesia,” tuturnya.

“Ini hebat sekali. Teman-teman tidak lupa dengan kesenian leluhur. Terima kasih kepada Pemprov Sumsel yang membantu mengembangkan kesenian Reog di sini,” imbuh Wabup Lisdyarita.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, tambah Wabup Lisdyarita, berupaya mengangkat nama Reog setinggi-tingginya. Selain pelestarian, upaya mendaftarkan Reog masuk daftar warisan budaya tak benda UNESCO terus dilakukan.

“Kami kemarin kalah dengan jamu, namun tahun 2024 Kemendikbud Ristek menjanjikan Reog akan dipilih untuk diajukan ke UNESCO,” jelasnya.

Selain itu, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, Pemkab Ponorogo sedang membangun Monumen Reog sebagai landmark sekaligus tempat konservasi budaya di Ponorogo.

“Kami sedang membangun Monumen Reog setinggi 126 m. Itu agar anak cucu mengenal dan mengerti akan kebesaran reog Ponorogo. Di bawahnya juga ada museum peradaban yang menceritakan perjalanan sejarah Ponorogo,” ujarnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...
KABAR CABANG

DPC Lamongan Bantu Air Bersih 6 Desa Terdampak Kekeringan

LAMONGAN – Memasuki puncak musim kemarau yang dipicu fenomena iklim El Nino, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
EKSEKUTIF

Pantau Pasar Tradisional, Wabup Antok Minta Dinas Cari Strategi Stabilkan Harga Daging Ayam

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mencari strategi ...