Jumat
16 Oktober 2026 | 3 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Festival Reog di Sumsel, Wabup Lisdyarita Ajak Masyarakat untuk Melestarikannya

PDIP-Jatim-Lisdyarita-21062023

PONOROGO – Tidak hanya di Ponorogo, reog ternyata juga berkembang di beberapa daerah di pelosok Indonesia. Terbukti, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Festival Reog Ponorogo dan Kuda Lumping di Graha Budaya, Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring Palembang, Minggu (18/6/2023).

Dibuka oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, ada 25 grup dari Sumsel, Lampung, dan Jambi yang terlibat dalam festival tersebut.

Herman Deru mengatakan, festival tersebut sebagai upaya Pemprov Sumsel turut serta melestarikan dan mengembangkan kesenian Nusantara. Menurutnya, kesenian Nusantara mempunyai nilai jual tinggi bagi sektor pariwisata.

“Di Sumatera Selatan ada 58 suku dari seluruh Indonesia yang hidup harmonis. Kebhinekaan ini bisa menjadi kekuatan untuk memajukan Sumsel. 38 persen warga Sumsel suku Jawa dan sebagian besarnya dari Jawa Timur,” ujarnya.

“Silaturahim selama ini terjalin dengan baik. Semoga terus terjaga dan kesenian leluhur bisa dilestarikan,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, yang hadir dalam pembukaan festival itu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterlibatan Pemprov Sumsel mengembangkan Reog Ponorogo di wilayahnya. Ia juga meminta masyarakat Jawa untuk tidak lupa akan kesenian leluhurnya.

“Mereka berperan penting tidak hanya melestarikan, namun juga mengembangkan Reog Ponorogo di seluruh Indonesia,” tuturnya.

“Ini hebat sekali. Teman-teman tidak lupa dengan kesenian leluhur. Terima kasih kepada Pemprov Sumsel yang membantu mengembangkan kesenian Reog di sini,” imbuh Wabup Lisdyarita.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, tambah Wabup Lisdyarita, berupaya mengangkat nama Reog setinggi-tingginya. Selain pelestarian, upaya mendaftarkan Reog masuk daftar warisan budaya tak benda UNESCO terus dilakukan.

“Kami kemarin kalah dengan jamu, namun tahun 2024 Kemendikbud Ristek menjanjikan Reog akan dipilih untuk diajukan ke UNESCO,” jelasnya.

Selain itu, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, Pemkab Ponorogo sedang membangun Monumen Reog sebagai landmark sekaligus tempat konservasi budaya di Ponorogo.

“Kami sedang membangun Monumen Reog setinggi 126 m. Itu agar anak cucu mengenal dan mengerti akan kebesaran reog Ponorogo. Di bawahnya juga ada museum peradaban yang menceritakan perjalanan sejarah Ponorogo,” ujarnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Data Desil Bansos Bermasalah, Sri Untari Dorong Pemutakhiran Lebih Cepat

JAKARTA – Ketidakakuratan data kesejahteraan dan lambatnya pemutakhiran berisiko membuat bantuan sosial (bansos) ...
EKSEKUTIF

344 Koperasi Desa Merah Putih di Kediri Harus Kantongi SLF Sebelum Beroperasi

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan 344 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah disiapkan ...
KRONIK

Perhatikan Nasib Ibu Saena dan Delapan Anaknya, Hakim: Kami Bantu Fasilitasi Pendidikan Mereka

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Nur Hakim, memberikan perhatian terhadap kondisi ibu ...
KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...