oleh

Festival Cross Culture Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Surabaya

SURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini menutup Festival Surabaya Cross Culture International (CCI) Folk Art, Kamis(20/7/2017) malam. Prosesi penutupan dihadiri forum pimpinan daerah dan seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya itu digelar di Taman Surya.

Penutupan festival seni dan budaya antar negara itu ditandai dengan penyerahan cenderamata khas Kota Surabaya kepada masing-masing delegasi. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni tari dari masing-masing peserta dari berbagai negara.

“Saya kira ini kualitasnya lebih baik, dan pesertanya dari negara-negara lebih banyak,” kata Risma, usai menutup Festival Surabaya CCI.

8 Negara dan daerah di tanah air yang mengikuti Cross Culture Festival 2017 yakni India, Lhituania, Thailand, Rusia, Polandia dan Kanada, Prancis serta Bogor dan Provinsi Bali.

Penutupan Cross Culture Festival 2017 dimulai dengan penampilan dari India yang dilanjutkan tarian khas Thailand.

Sebagai penutup, tari kolaborasi Surabaya ditampilkan yang mendapat tepuk tangan meriah dari para delegasi maupun undangan yang tak beranjak dari tempat duduk hingga acara selesai dengan lagu berjudul Surabaya.

Di tahun mendatang, kegiatan ini akan dikemas lebih menarik lagi dengan memperbaiki atau menambah kemasan acaranya. Untuk festival di tahun ini, tambahan acara yang diselenggarakan yaitu, workshop antara penari dengan para pelajar di Kota Surabaya.

Menurut Risma, hal ini akan sangat berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan para generasi muda Surabaya. “Insya Allah ini akan menjadi ikon wisata baru di Kota Surabaya. Apalagi saat ini Surabaya sudah jadi kota seni,” ujarnya.

Dia memastikan bahwa event-event internasional itu juga akan dilakukan di bulan-bulan berikutnya, seperti di Bulan Agustus dan November mendatang.

Tujuannya, supaya banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Surabaya, sehingga perekonomian di Kota Surabaya juga semakin meningkat.

“Yang pasti semakin tahun jumlah wisman di Surabaya semakin naik. Angka pastinya tidak tahu, karena mereka mobile dan susah dideteksi. Tapi dari data hotel-hotel semuanya naik,” tuturnya. (goek)