Rabu
04 November 2026 | 1 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Festival Cross Culture Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Surabaya

pdip-jatim-penutupan-festival-cci-surabaya

SURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini menutup Festival Surabaya Cross Culture International (CCI) Folk Art, Kamis(20/7/2017) malam. Prosesi penutupan dihadiri forum pimpinan daerah dan seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya itu digelar di Taman Surya.

Penutupan festival seni dan budaya antar negara itu ditandai dengan penyerahan cenderamata khas Kota Surabaya kepada masing-masing delegasi. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni tari dari masing-masing peserta dari berbagai negara.

“Saya kira ini kualitasnya lebih baik, dan pesertanya dari negara-negara lebih banyak,” kata Risma, usai menutup Festival Surabaya CCI.

8 Negara dan daerah di tanah air yang mengikuti Cross Culture Festival 2017 yakni India, Lhituania, Thailand, Rusia, Polandia dan Kanada, Prancis serta Bogor dan Provinsi Bali.

Penutupan Cross Culture Festival 2017 dimulai dengan penampilan dari India yang dilanjutkan tarian khas Thailand.

Sebagai penutup, tari kolaborasi Surabaya ditampilkan yang mendapat tepuk tangan meriah dari para delegasi maupun undangan yang tak beranjak dari tempat duduk hingga acara selesai dengan lagu berjudul Surabaya.

Di tahun mendatang, kegiatan ini akan dikemas lebih menarik lagi dengan memperbaiki atau menambah kemasan acaranya. Untuk festival di tahun ini, tambahan acara yang diselenggarakan yaitu, workshop antara penari dengan para pelajar di Kota Surabaya.

Menurut Risma, hal ini akan sangat berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan para generasi muda Surabaya. “Insya Allah ini akan menjadi ikon wisata baru di Kota Surabaya. Apalagi saat ini Surabaya sudah jadi kota seni,” ujarnya.

Dia memastikan bahwa event-event internasional itu juga akan dilakukan di bulan-bulan berikutnya, seperti di Bulan Agustus dan November mendatang.

Tujuannya, supaya banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Surabaya, sehingga perekonomian di Kota Surabaya juga semakin meningkat.

“Yang pasti semakin tahun jumlah wisman di Surabaya semakin naik. Angka pastinya tidak tahu, karena mereka mobile dan susah dideteksi. Tapi dari data hotel-hotel semuanya naik,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...