Minggu
24 Mei 2026 | 1 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Irawan Luncurkan “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Kelola Sampah dari Rumah

pdip jatim 260514 sekolah sampah 1

Eri Irawan meluncurkan program “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengolah sampah dari rumah guna mengurangi beban TPA.

SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menggelar program “Sekolah Sampah” edisi perdana sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber.

Program edukasi tersebut menghadirkan berbagai materi teori dan praktik, mulai dari perubahan perilaku dalam mengelola sampah, teknik pengomposan, hingga pengolahan sampah organik menggunakan maggot.

Selain itu, Eri juga bergotong royong menyalurkan fasilitas puluhan tempat penampungan botol plastik serta komposter sampah organik kepada peserta.

“Masalah sampah harus diselesaikan berbasis sumber. Kalau masyarakat terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, beban TPA bisa jauh berkurang,” ujar Eri usai kegiatan “Sekolah Sampah”, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di hilir melalui pengangkutan ke TPS maupun TPA. Perubahan pola pengelolaan sampah, kata dia, harus dimulai dari rumah tangga, sekolah, lingkungan warga, hingga komunitas dengan membiasakan pemilahan dan pengolahan sampah sejak awal.

Eri menjelaskan, Kota Surabaya saat ini menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, hampir 60 persen berupa sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan limbah dapur rumah tangga.

Karena itu, “Sekolah Sampah” dirancang tidak hanya memberi edukasi teori, tetapi juga keterampilan teknis agar masyarakat mampu mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Salah satu metode yang dikenalkan ialah pengomposan dan budidaya maggot yang dinilai mampu mempercepat penguraian sampah organik sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

Program tersebut juga mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi makanan agar potensi timbulan sampah dapat ditekan.

Eri menegaskan, pengelolaan sampah organik menjadi isu penting karena berkaitan langsung dengan persoalan krisis iklim.

Menurutnya, penumpukan sampah organik yang tidak terkelola dapat menghasilkan gas metana (CH4), yakni gas rumah kaca yang memiliki daya memerangkap panas jauh lebih besar dibanding karbon dioksida.

“Kalau sampah organik tidak dipilah dan dikelola, dampaknya bukan hanya membuat TPA penuh, tetapi juga mempercepat krisis iklim akibat emisi gas metana,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Selain sampah organik, “Sekolah Sampah” juga mendorong masyarakat lebih disiplin memilah sampah anorganik seperti plastik, botol kemasan, dan kertas.

Eri menyebut pemilahan sampah anorganik dapat diintegrasikan dengan sistem bank sampah yang saat ini telah berjalan di sejumlah wilayah Surabaya.

Dengan pola tersebut, sampah anorganik yang telah dipilah warga tidak langsung berakhir di TPA, tetapi dapat dikelola kembali sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi volume sampah kota.

“Kami mendukung langkah Pemkot Surabaya untuk memperkuat pemilahan sampah berbasis sumber. Bisa dimulai lewat percontohan di wilayah tertentu dan diintegrasikan dengan bank sampah, TPS3R, rumah kompos, dan metode pengolahan alami lainnya,” ujarnya.

“Sekolah Sampah” edisi perdana tersebut diikuti sekitar 30 penggerak kampung, mulai dari pengurus RT/RW, Karang Taruna, Kader Surabaya Hebat (KSH), hingga pengurus majelis taklim.

Eri mengatakan program tersebut akan terus dilanjutkan dalam beberapa batch berikutnya dengan target menjangkau sekitar 300 penggerak perubahan di kampung-kampung Surabaya. “Harapannya semakin banyak warga yang terlibat, semakin besar pengurangan sampah dari sumbernya,” katanya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi gerakan kolektif masyarakat dalam membangun budaya pengelolaan sampah mandiri sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di tingkat kampung dan komunitas. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Widarto: PAC dan Ranting PDIP Harus Hadir Jadi Solusi Problem Rakyat

Widarto meminta PAC dan Ranting PDIP di Jember hadir menjadi solusi persoalan rakyat melalui kerja nyata, disiplin ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Luncurkan “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Kelola Sampah dari Rumah

Eri Irawan meluncurkan program “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengolah sampah dari ...
LEGISLATIF

Anggota DPRD Jember Soroti Ancaman Alih Fungsi Lahan Usai Nonton Film Pesta Babi

Anggota DPRD Jember Candra Ary Fianto menyoroti ancaman alih fungsi lahan dan ketahanan pangan usai menonton film ...
KABAR CABANG

Pelantikan PAC Se-Gresik, Kader Diingatkan untuk Konsisten Hadir di Tengah Rakyat

GRESIK – Anggota DPR RI Komisi VII, Nila Yani Hardiyanti menekankan pentingnya peran partai politik untuk hadir di ...
EKSEKUTIF

Kabupaten Kediri Jadi Daerah Bongkar Ratoon Tebu Terluas di Indonesia

Kabupaten Kediri menjadi daerah dengan program bongkar ratoon tebu terluas di Indonesia sebagai bagian dari upaya ...
KRONIK

Tari Mayang Rontek Meriahkan Pelantikan PAC PDI Perjuangan Mojokerto, Simbol Pengabdian Kader

MOJOKERTO – Penampilan Tari Mayang Rontek dari Sanggar Murwita binaan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto ...