Jumat
02 Oktober 2026 | 6 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Irawan Dorong Normalisasi Saluran Jadi Paradigma Utama Pengendalian Banjir Surabaya

pdip-jatim-250821-EI

Eri Irawan dorong normalisasi saluran jadi paradigma utama pengendalian banjir dalam pembahasan Raperda DPRD Surabaya.

SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mendorong agar normalisasi saluran menjadi paradigma utama dalam kebijakan pengendalian banjir di Kota Surabaya.

Hal itu disampaikan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Banjir DPRD Surabaya yang digelar, Kamis (7/5/2026).

Eri yang juga anggota pansus menyebut, penanganan banjir selama ini masih terlalu berfokus pada pembangunan infrastruktur baru. Sementara aspek pemeliharaan dan normalisasi saluran belum menjadi prioritas utama.

“Pembangunan infrastruktur semata tidak akan mampu mengatasi persoalan banjir apabila tidak diiringi pola pemeliharaan yang berkelanjutan dan penguatan konsep infrastruktur hijau,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Rapat pansus yang dipimpin Sukadar tersebut membahas pematangan pasal-pasal dalam Raperda Pengendalian Banjir.

Sejumlah usulan strategis mengemuka dalam forum itu, mulai dari penguatan normalisasi drainase, optimalisasi satgas kecamatan, hingga wacana pemanfaatan dana kelurahan (Dakel) untuk penanganan banjir lingkungan.

Rapat dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Bappeda, Bapenda, BPKAD, BPBD, DSDABM, Bagian Hukum dan Kerja Sama, serta tenaga ahli hukum administrasi dari Universitas Narotama, Rusdianto Sesung.

Dalam forum tersebut, Eri menilai pembangunan fisik baru tanpa pola perawatan saluran yang konsisten hanya akan menjadi solusi jangka pendek.

Karena itu, ia meminta pola pengendalian banjir di Surabaya mulai bergeser ke konsep pemeliharaan saluran secara berkelanjutan.

Menurutnya, saluran yang rutin dinormalisasi dan dijaga kapasitasnya akan lebih efektif mengurangi risiko banjir dibanding hanya menambah proyek infrastruktur baru.

Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Sarana Wilayah Bappeda Surabaya, Window Gusman Prasetyo, menyatakan pihaknya mendukung percepatan normalisasi saluran di tingkat wilayah.

Meski begitu, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.

Menurutnya, persoalan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah tanpa dukungan warga.

Di akhir rapat, pansus menyepakati bahwa Raperda Pengendalian Banjir tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat tata kelola pemeliharaan saluran hingga tingkat lingkungan warga.

Ketua pansus Sukadar meminta seluruh anggota mempercepat penyempurnaan draf agar pembahasan Raperda bisa diselesaikan dalam pekan ini. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

PDI Perjuangan Soroti Ruang Fiskal Jember, Minta Anggaran Tak Berhenti di atas Kertas

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghitung ulang ruang ...
LEGISLATIF

DPR RI Kaji Kepastian Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memunculkan persoalan baru di bidang hak kekayaan intelektual (HKI), ...
KRONIK

Kick Off Hari Santri 2026, Bupati Fauzi: Momentum Perkuat Kebersamaan dan Menghargai Perjuangan para Pendahulu Kita

SUMENEP – Memperingati Hari Santri 2026, PCNU Sumenep resmi menggelar Kick Off Hari Santri 2026 di Aula Al-Ikhlas ...
KRONIK

Karhutla Gunung Botak Belum Padam Sepenuhnya, Wabup Ngawi Prioritaskan Permukiman Warga

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, belum ...
KRONIK

Soroti Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027, Ansari PDIP: Jangan Langsung Bebankan ke Rakyat

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta pemerintah tidak menjadikan kenaikan harga ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Pantau Penyaluran Air Bersih untuk Warga Balongpanggang Terdampak Kekeringan

GRESIK – Krisis air bersih mulai menghimpit 315 kepala keluarga (KK) di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang, ...