MADIUN – Meski luput dari daftar 500 juru parkir (jukir) Kota Madiun penerima bantuan sosial dari Gubernur Jawa Timur yang dilaksanakan di kantor Bakorwil beberapa waktu lalu, sejumlah eks jukir Pasar Sleko masih bisa tersenyum karena mereka mendapat bantuan sembako dari DPC PDI Perjuangan Kota Madiun.
Pemberian bantuan dilaksanakan di kantor DPC Kota Madiun, Jumat (29/4/2022). Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Anton Kusumo mengatakan, pemberian bantuan tersebut sebagai bentuk empati kepada eks jukir Pasar Sleko yang sudah hampir 4 bulan menganggur.
“Bantuan ini diharapkan paling tidak bisa sedikit meringankan. Apalagi ini menjelang lebaran. Tidak hanya jukir saja, warga yang kurang mampu juga kami bantu,” ujar Anton Kusumo, ditemui usai menyerahkan bantuan.
Selain menyerahkan bantuan, kesempatan bertemu dengan eks jukir Pasar Sleko dimanfaatkan untuk berdialog. Apalagi sebelumnya, eks jukir Pasar Sleko sempat menyampaikan pengaduan ke kantor DPC PDIP melalui Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR).

Hariyanto salah seorang eks jukir Pasar Sleko mengaku senang mendapat bantuan sembako dari DPC PDI Perjuangan. Sejak berhenti bekerja pada Januari 2022 lalu, dia mengaku belum pernah mendapat bantuan apapun.
“Ya senang ada bantuan ini. Sekarang bergantung ke anak sejak tidak bekerja lagi,” ungkap warga Jalan Trunojoyo Gang Stasiun itu.
Saat menerima bantuan dari DPC PDI Perjuangan Kota Madiun, eks jukir Pasar Sleko didampingi ketua dan sejumlah aktivis SBMR.
“Terima kasih atas kepedulian dari DPC PDI Perjuangan Kota Madiun terhadap eks jukir Pasar Sleko. Semoga dukungan tidak berhenti pada bantuan ini saja, tetapi bagaimana supaya jukir bisa bekerja lagi,” ujar Ketua SBMR, Aris Budiono.
Tak hanya eks jukir Pasar Sleko, bantuan beras Mbak Puan juga diberikan kepada pengurus PAC, ranting, badan partai, sayap partai dan tokoh-tokoh masyarakat. (ant/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










