Selasa
21 April 2026 | 12 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Tulungagung Punya 7 Fraksi, Marsono: Pembentukan AKD Selesai Akhir September

pdip-jatim-240702-marsono

TULUNGAGUNG – Ketua Sementara DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono menyampaikan bahwa fraksi masa jabatan 2024-2029 sudah terbentuk.

Menurutnya, pembentukan 7 fraksi DPRD Tulungagung ini dibahas dan disepakati dalam rapat yang digelar di ruang aspirasi Kantor DPRD setempat, Senin (2/9/2024).

“Hasil rapat telah disepakati membentuk 7 fraksi DPRD Tulungagung masa jabatan 2024-2029,” kata Marsono.

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung ini menjelaskan, 7 fraksi DPRD yang sudah dibentuk tersebut yakni, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra yang merupakan gabungan Partai Gerindra dan PKS.

Fraksi PKB, Fraksi Nasdem, Fraksi Golkar, Fraksi Harapan yang merupakan gabungan PAN dan Partai Hanura, dan Fraksi Demokrat Bersatu yang merupakan gabungan Partai Demokrat dan PPP.

Pembentukan fraksi ini, lanjutnya, disesuaikan dengan jumlah komisi di DPRD Tulungagung. Artinya, jika di DPRD Tulungagung mempunyai 4 komisi maka jumlah satu fraksi minimal 4 kursi dewan.

“Jadi minimal dalam pembentukan fraksi harus empat anggota,” jelasnya.

Marsono mengungkapkan, rapat pembentukan fraksi ini, dihadiri oleh seluruh pimpinan parpol yang mempunyai kursi DPRD Tulungagung dan fraksi yang terbentuk merupakan hasil aspirasi dari masing-masing parpol.

Setelah pembentukan fraksi, sebut Marsono, DPRD Tulungagung segera melakukan pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) lainnya. Seperti komisi, badan anggaran, badan musyawarah, badan pembentukan perda dan panitia khusus.

Berdasarkan tahapan yang sudah tetapkan, pembentukan AKD diberi waktu hingga akhir September 2024. Kemudian, pada awal Oktober akan dilakukan orientasi pada semua anggota DPRD Tulungagung.

“Sampai akhir September 2024 ini, pembentukan AKD harus sudah selesai,” ungkapnya.

Marsono berharap, anggota dewan yang ditunjuk dan ditugaskan oleh masing-masing parpol dalam komposisi AKD bisa disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki masing-masing.

Sehingga, dewan yang ditempatkan di AKD dapat menguasai tupoksi dan mengetahui siapa saja mitra kerjanya.

“Aspirasi yang terbangun dari bawah tidak akan terakomodir jika yang ditempatkan tidak kompeten,” tuturnya.

Marsono juga mengungkapkan, bahwa masa jabatan pimpinan sementara DPRD Tulungagung akan berakhir jika putusan parpol tentang usulan pimpinan DPRD definitif sudah keluar.

Sebab, penunjukan pimpinan DPRD Tulungagung definitif merupakan otoritas dari parpol masing-masing. (sin/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

PEREMPUAN

Puan Maharani: Perempuan Indonesia Harus Ikut Rancang Ruang Pengambilan Keputusan

Puan Maharani menegaskan perempuan harus ikut merancang ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan hadir ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Gembleng Kader Muda di Sekolah Politik, Siapkan Mesin 2029

PDIP Kabupaten Madiun akan menggembleng kader muda melalui sekolah politik sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029 ...
KRONIK

Indi Naidha Tekankan Akses Kerja dan Beasiswa bagi Disabilitas Jember 

Indi Naidha menegaskan pemerintah wajib memberdayakan penyandang disabilitas dan mendorong implementasi Perda ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Salurkan Bantuan Alsintan untuk Petani Jombang

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menyerahkan bantuan alat dan ...
KRONIK

Industri Makin Banyak, Ini Strategi Pemkab Ngawi Agar Tenaga Kerja Lokal Terserap Maksimal

NGAWI – Pertumbuhan industri di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Tekankan Restrukturisasi PDIP Kabupaten Madiun, Siapkan Mesin Politik 2029

Deni Wicaksono menegaskan Musancab PDIP se- Kabupaten Madiun sebagai bagian restrukturisasi organisasi untuk ...