Rabu
03 Juni 2026 | 11 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Sidoarjo Dorong Penyaluran BOSDA Secara Proporsional

IMG-20250706-WA0020_copy_1363x981

SIDOARJO — Sorotan tajam terhadap ketimpangan distribusi dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di Kabupaten Sidoarjo kembali mencuat. Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Tarkit Erdianto menilai, bantuan pendidikan daerah tersebut belum sepenuhnya berpihak kepada sekolah-sekolah kecil yang masih berjuang untuk bertahan.

Tarkit Erdianto menegaskan perlu adanya evaluasi secara menyeluruh terhadap skema penyaluran BOSDA yang selama ini dinilai tidak berkeadilan.

“Ada sekolah yang SPP-nya cuma Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per bulan, tapi mereka dapat BOSDA yang sama dengan sekolah-sekolah besar yang SPP-nya mencapai jutaan. Ini kan nggak adil,” ujarnya dengan nada tegas, Rabu (14/10/2025).

Ia mencontohkan, ada sekolah-sekolah swasta di Sidoarjo yang sudah mapan secara finansial, bahkan memungut SPP hingga Rp 3 juta per bulan, namun faktanya sekolah tersebut tetap menerima BOSDA dari pemerintah daerah.

“Saya tahu ada satu sekolah yang BOSDA-nya sampai Rp 1 miliar. Sementara banyak sekolah kecil yang hidup segan mati tak mau. Kalau mau adil, kasihlah bantuan kepada sekolah-sekolah yang memang betul-betul membutuhkan,” tambahnya.

Politisi yang dikenal vokal itu menilai, pemerintah perlu membedakan antara sekolah besar yang sudah mandiri secara finansial dengan sekolah-sekolah kecil yang masih kekurangan.

“Orang adil itu bukan berarti harus merata. Yang tidak mampu itulah yang harus dibantu. Kalau semua dapat sama rata, justru yang kecil akan semakin tertinggal.”

Ia juga menyoroti perubahan orientasi penyelenggara pendidikan saat ini yang dinilai semakin berorientasi pada keuntungan.

“Kalau dulu orang bikin sekolah itu karena panggilan sosial, sekarang banyak yang profit oriented. Ini yang harus kita sadari bersama,” katanya.

DPRD Sidoarjo, lanjutnya, akan meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan ulang terkait penerima BOSDA agar lebih tepat sasaran.

“Komisi kami sudah minta data ke dinas. Kita ingin tahu per kluster, berapa SPP tiap sekolah, berapa penerimaannya, dan siapa yang benar-benar layak. Biar nanti eksekutif dan legislatif bisa duduk bersama mencari formulasi yang lebih adil.” tandasnya. (hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...
SEMENTARA ITU...

Dari Istana Gebang hingga Makam Bung Karno, Pelajaran yang Tak Ditemukan di Buku

Puluhan siswa SD Bangle 02 Blitar mengikuti outing class sejarah ke Istana Gebang, Perpustakaan Bung Karno, dan ...