Rabu
13 Mei 2026 | 11 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Minta Pemkot Jelaskan ‘Misteriusnya’ Jembatan Kenjeran

gambar rencana jembatan kenjeran

gambar rencana jembatan kenjeranSURABAYA – Komisi D DPRD Kota Surabaya akan memanggil pemerintah kota terkait ‘misteriusnya’ proyek pembangunan Jembatan di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. Dewan minta Pemkot Surabaya menjelaskan rencana pelaksanaan pembangunan jembatan yang diperkirakan menelan biaya Rp 200 miliar tersebut.

“Bapeko dan Dinas Bina Marga dan Pematusan akan kami undang ke dewan, biar mereka paparkan tentang rencana pelaksanaan proyek ini. Sekaligus sampai sejauh mana progress reportnya di lapangan,“ tegas Sukadar, anggota Komisi C DPRD Surabaya, Senin (26/1/2015).

Pembangunan Jembatan dengan bentang 700 meter yang pembiayaannya ditanggung APBD Kota Surabaya tersebut, jelas Sukadar, membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 390 hari kalender. “Jadi kalau dimulai awal Februari 2015, diperkirakan akan selesai pada April 2016, atay awal periode jabatan wali kota periode 2015-2020, jika pemilukada dilaksanakan Desember 2015,“ ujar legislator yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Pemanggilan itu, lanjut dia, juga untuk menyikapi kebingungan warga terkait minimnya sosialisasi proyek tersebut. Pihaknya juga ingin mengetahui kendala teknisnya apa saja yang mungkin timbul di lapangan, mengingat proyek ini sebagian besar konstruksinya ada di tepi pantai, yang praktis kendala teknisnya tidak sesederhana jika pelaksanaannya di daratan.

“Dinas Bina Marga dan Pematusan ini kan catatannya kurang begitu bagus. Serapan anggarannya rendah pada tahun 2014, kurang dari 50 %. Jangan sampai proyek ini tidak selesai, dan akhirnya justru bermasalah,“ tambah dia.

Selama ini, pembangunan Jembatan Kenjeran dikeluhkan warga Bulak Banteng, bukan lantaran aktivitas proyek tersebut, tetapi justru proyek tersebut dinilai warga tidak jelas keberadaannya. Di antaranya disampaikan Riswanto, anggota DPRD yang tinggal di kawasan tersebut.

Riswanto mendesak pemkot segera melakukan sosialisasi ke warga sekitar, agar warga tidak bingung. Selama proyek tersebut bermanfaat untuk warga sekitar, Riswanto yakin warga akan dukung.

“Tinggal persoalannya sampai sejauh mana langkah-langkah yang akan diambil Pemkot Surabaya, agar selama pelaksanaan pembangunan proyek tersebut tidak mengganggu aktivitas warga untuk mencari ikan. Maklum sebagian besar mata pencaharian warga sekitar kan nelayan? Ini yang harus dibicarakan dengan warga Bulak Banteng,“ tegasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji mendukung rencana Komisi C untuk memanggil Bapeko dan Dinas Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya terkait minimnya sosialisasi yang dikeluhkan warga Bulak Banteng, yang wilayahnya terkena proyek Jembatan Kenjeran.

Armuji mengaku kasihan kepada warga sekitar kalau tahunya hanya dari media. Sehingga pemkot sebaiknya segera mengklarifikasi soal miniminya sosialisasi rencana pelaksanaan pembangunan Jembatan THP Kenjeran.

“Pemkot juga perlu menjelaskan, apakah pelaksanaan pembangunan jembatan ini tidak menyalahi aturan yang ada, mengingat proyek ini penganggarannya dengan sistem tahun jamak atau multiyears,“ ujar Armuji. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...