Minggu
19 April 2026 | 7 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Kota Malang Sebut Makan Bergizi Gratis Bisa Dialokasikan pada PAK 2025

eko-herdiyanto

MALANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto membutuhkan anggaran cukup besar, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bisa mengalokasikannya pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2025.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Eko Herdiyanto mengatakan, dengan besarnya anggaran yang diperlukan dalam program MBG, Pemkot Malang baru dapat mengusulkan alokasi anggarannya melalui PAK APBD 2025.

Pasalnya hingga saat ini Pemkot Malang belum mengalokasikan anggaran untuk program tersebut dalam APBD Murni 2025.

“Terkait Program Makan Bergizi Gratis dalam APBD 2025 Kota Malang, memang belum dianggarkan. Karena kan asumsi program itu (anggarannya) langsung dari pusat. Sehingga belum masuk,” ujar Eko kepada wartawan, Sabtu (4/1/2025).

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi terakhir dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menunjukkan adanya catatan penting, terkait pelaksanaan program tersebut. Terutama dalam hal pengalokasian anggaran dari APBD setiap daerah, termasuk Kota Malang.

Menurutnya, apabila diperlukan dana pendamping dari APBD, anggaran tersebut kemungkinan besar baru dapat dialokasikan melalui PAK.

“Kalau memang dibutuhkan dana pendamping dari APBD, biasanya ya itu menyesuaikan di perubahan APBD. Karena kemarin belum masuk (APBD Murni 2025),” jelasnya.

Meskipun anggaran dari Pemkot Malang diperlukan untuk mendukung program ini, hal tersebut masih harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah masing-masing kabupaten/kota termasuk Kota Malang.

“Kalau memang dibutuhkan dana pendamping, harus dihitung sesuai dengan kemampuan daerah,” terang anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Menurut Eko anggaran yang dibutuhkan untuk program Makan Bergizi Gratis cukup besar, berdasarkan laporan yang diterimanya dalam satu hari penyelenggaraan program ini di Kota Malang, anggaran yang dibutuhkan dapat mencapai Rp 2,5 miliar.

Perhitungan ini muncul setelah dilakukannya uji coba Program MBG, pada beberapa sekolah di Kota Malang.

Maka dengan angka yang cukup besar tersebut, Eko menilai akan sangat sulit untuk membebankan seluruhnya pada APBD Kota Malang.

Di samping itu, sampai saat ini, ungkapnya, Pemkot Malang juga masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat mengenai implementasi program ini.

“Kondisi seperti ini memang agak berat, belum ada petunjuk lebih detil dari pemerintah pusat. Kami menunggu juknis penerapan program tersebut,” pungkasnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...