JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto minta antrean kendaraan bermotor roda dua dan roda empat di berbagai titik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember tidak dijadikan kesempatan menimbun BBM.
Imbauan itu dia sampaikan agar keterlambatan pasokan BBM di Jember dari Banyuwangi tidak mengakibatkan dampak effect domino pada sektor ekonomi lainnya. Apalagi yang terdampak keterlambatan pasokan bukan hanya di Jember, Kabupaten Bondowoso juga mengalami hal serupa.
“BBM subsidi dan non subsidi bukan langka, tetapi terlambat pasokannya disebabkan jarak dan waktu tempuh depo yang sebelumnya dari Banyuwangi, kini diback up dari Surabaya dan Malang. Jadi stok masih aman, dan jangan panik,” ungkap Candra, Senin (28/7/2025).
Saat ini, lanjut politisi Banteng tersebut, effect domino kemacetan ini banyak. Contohnya, ambulans yang harus mendapatkan priortas jalan saat membawa pasien terhambat, disebabkan terjebak pada kemacetan.
“Kemacetan berdampak pada waktu, sementara waktu berdampak pada kelancaran produksi sektor ekonomi, dan sosial kemanusiaan. Semua saling terkait karena mata rantai,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, pengurus Hiswanamigas DPC Karesidenan Besuki yang juga anggota Komisi B DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho mengatakan, stock kebutuhan 700.000 liter perhari untuk pasokan Kabupaten Jember masih aman tidak ada pengurangan.
Bahkan untuk memperlancar pasokan, 20 truk BBM yang bisa membawa pasokan dari Banyuwangi kini dialihkan ke Surabaya dan Malang. Sehingga tidak ada perubahan apapun terkait pasokan BBM di Jember.
“Dimohon masyarakat tetap tenang, agar keterlambatan proses pasokan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bisa mengambil keuntungan pada situasi ini,” terang Wahyu Prayudi Nugroho.
Sebagaimana diketahui, pantauan di 40 SPBU terdata di DPC Hiswanamigas Jember, kemacetan terjadi karena banyaknya masyarakat yang mengantre BBM.
Di SPBU Desa Jubung contohnya, Kanit Patroli Polantas Jember Ipda Ony sampai dengan pukul 23.30 WIB (27/7/2025) nampak mengurai kemacetan disebabkan truk-truk bermuatan besar tidak mendapatkan akses jalan karena penumpukan kendaraan yang mengantre. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










