BLITAR – Para pedagang Pasar Kesamben yang terbakar 2022 lalu mulai menempati lokasi relokasi di Lapangan Babadan yang menyediakan sekitar lebih dari 200 lapak. Proses tersebut ditandai dengan kegiatan tasyakuran penyerahan lapak relokasi pada Jumat (12/12/2025).
Acara ini dihadiri Bupati Blitar Rijanto, Sekretaris Daerah, Anggota DPRD Kabupaten Blitar, sejumlah perangkat daerah, serta unsur Forkopimcam Kesamben.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar Budi Susila Jaya yang hadir di acara tasyakuran menyampaikan apresiasi atas direlokasinya para pedagang Pasar Kesamben ke pasar sementara yang berlokasi di Lapangan Babadan, Kesamben.
Dia menilai relokasi tersebut membawa kembali aktivitas ekonomi masyarakat setelah terhenti akibat kebakaran yang menimpa pasar pada 2022 lalu.
Budi pun menyampaikan rasa syukur bahwa proses relokasi berjalan dengan baik. Menurutnya, kepastian lokasi berdagang sangat penting untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi para pedagang.
Dia mengimbau agar seluruh pedagang tetap menjaga ketertiban dan kekompakan.
“Kami berharap para pedagang tetap solid, menjaga ketertiban, dan membangun suasana yang kondusif. Relokasi ini menjadi tonggak sejarah karena akhirnya kita bisa melewati proses panjang dengan hasil yang sesuai harapan,” ujar Budi di sela menghadiri acara selamatan peresmian pasar sementara Kesamben.
Meski demikian, Budi menyoroti beberapa kekurangan yang masih dijumpai di lokasi sementara tersebut. Dia menekankan perlunya penambahan fasilitas dasar bagi pedagang.
“Kebutuhan MCK masih sangat minim, bahkan beberapa fasilitas belum terealisasi. Ini harus segera direspons agar kenyamanan pedagang lebih terjamin,” tegasnya.
Selain persoalan sarana dan prasarana, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar itu minta Pemerintah Kabupaten Blitar memberi perhatian khusus kepada pedagang pasar pagi.
Menurutnya, saat ini pedagang pasar pagi masih berjualan di area eks Pasar Kesamben yang telah terbakar. Budi pun mendorong agar pemerintah menyediakan ruang yang lebih memadai.
“Perlu ada penataan, termasuk pembangunan pavingisasi untuk menampung pedagang pasar pagi yang beroperasi mulai pukul 00.00 hingga 06.00. Mereka juga harus mendapat tempat yang layak,” jelas pria yang getol memperjuangkan aspirasi para pedagang Pasar Kesamben tersebut.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi IV, Sugeng Suroso. Dia turut memberikan apresiasi seraya mengingatkan pentingnya pengelolaan pasar sementara secara serius.
“Kami mendukung penuh, namun pasar sementara harus benar-benar siap mendukung kebutuhan pedagang. Keamanan, kenyamanan, dan kebersihan harus menjadi prioritas,” ujar Sugeng yang turut menghadiri acara selamatan tersebut.
Bendahara DPC PDIP Kabupaten Blitar ini menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan perwakilan pedagang.
“Kami berharap ada dialog rutin agar setiap kendala di lapangan dapat segera dicari solusinya. Semua pihak harus terlibat agar proses menuju pembangunan pasar permanen berjalan lancar,” sambungnya.
Sementara itu, Bupati Rijanto menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pemulihan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
“Relokasi dan pembangunan kembali Pasar Kesamben ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk mengawal proses pembangunan dan memastikan pelayanan kepada pedagang tetap berjalan baik di lokasi relokasi,” ujar Rijantp.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar ini juga minta para pedagang untuk menjaga kondisi area relokasi.
“Saya berharap para pedagang dapat ikut merawat fasilitas yang tersedia, menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dapat berjalan lancar meski berada pada lokasi sementara,” tuturnya. (arif/pr)