Senin
26 Oktober 2026 | 11 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPR Tak Boleh Diatur Aturan Hasil Keculasan Masa Lalu

pdip-jatim-gedung-dpr

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno berpendapat, revisi Undang-undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3) merupakan kepentingan bersama untuk menjadikan DPR sebagai lembaga yang kredibel.

Menurut Hendrawan, revisi yang di antaranya untuk menambah jabatan Wakil Ketua DPR ini sebagai upaya menjaga marwah demokrasi.

“Karena itu, lembaga ini tak boleh diatur oleh aturan yang merupakan keculasan masa lalu,” kata Hendrawan, di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Keculasan tersebut, jelas Hendrawan, yakni ketika UU MD3 diubah secara semena-mena dari sistem proporsional atau lima teratas pemenang pemilu otomatis mendapatkan kursi pimpinan DPR, ke sistem paket.

Dalam konteks ini, PDI Perjuangan merupakan partai hasil pemenang Pemilu 2014.

“Kita tahu orang-orangnya masih hidup semua. Itu yang sekarang mengatakan sungguh memalukan kalau revisi MD3 hanya untuk menampung PDI Perjuangan. Padahal mereka yang menyerahkan, membuatkan keculasan masa lalu,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Hendrawan, PDI Perjuangan sebenarnya tak tertarik dengan jabatan.

“Padahal UU nafasnya tiga, landasan filosofis berbicara tentang keadilan, landasan sosiologis berbicara tentang kebutuhan, dan landasan yuridis bicara tentang kepastian hukum,” tambah dia.

Terpisah, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Junimart Girsang mengatakan, pihaknya bukan mau merevisi, melainkan menyempurnakan.

“Ini kan penyempurnaan bukan revisi. Dalam revisi sebelumnya (UU nomor) 17 ke (UU nomor) 42 itu, sebetulnya AKD (Alat Kelengkapan Dewan). AKD kan termasuk pimpinan,” ujar Junimart.

“Kenapa pimpinan tidak ditambah secara proporsional. Ini yang dipercakapkan lintas fraksi dan partai,” lanjut dia.

Saat ini perkembangan pembicaraan revisi UU MD3 tersebut masih dalam proses lobi dan diskusi antara fraksi. Agar nantinya keputusan tersebut bisa segera diputuskan.

“Masih dalam proses dan masih melakukan diskusi supaya nanti di paripurna bisa disampaikan dan diputuskan,” ucap anggota Komisi III DPR RI tersebut.

Pihaknya berharap revisi UU MD3 tersebut bisa dibawa pada rapat paripurna sebelum masa sidang ke-15 tahun 2016-2017 selesai. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Dari Sumenep ke Jakarta, Rafiq Membawa Cerita Madura dan Semangat Merawat Indonesia

JAKARTA – Perjalanan dari Sumenep menuju Jakarta bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain bagi ...
EKSEKUTIF

Marhaen Djumadi Dorong Penguatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Nganjuk

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menilai kebijakan pemerintah pusat terkait harga gabah membantu memberikan ...
SEMENTARA ITU...

165 Pecatur Ikuti Piala Ketua DPRD Trenggalek, Doding Bidik Atlet Berprestasi

TRENGGALEK – Sebanyak 165 pecatur dari Trenggalek dan luar daerah mengikuti turnamen terbuka catur Piala Ketua DPRD ...
KABAR CABANG

Warga Ponggok Kesulitan Air Bersih, PDIP Kediri Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

KEDIRI – Kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendorong DPC PDI ...
HEADLINE

Megawati di Merah Muda Fest: Anak Muda Harus Kritis dan Bertanggung Jawab atas Masa Depan Bangsa

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendorong generasi muda berani berpikir kritis, ...
SEMENTARA ITU...

Hujan Tak Surutkan Semangat, Ribuan Warga Blitar Ikuti Jalan Sehat Hari Santri

BLITAR – Hujan rintik-rintik tak menyurutkan semangat ribuan warga Kabupaten Blitar mengikuti Jalan Sehat Hari ...