Rabu
01 Juli 2026 | 5 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPC Tuban Gelar Diskusi Ideologi: Menguji Relevansi Marhaenisme di Era Ojek Online

IMG-20260701-WA0017

TUBAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar diskusi ideologi dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno di halaman Kantor DPC PDIP Tuban, Selasa (30/6/2026) malam.

Diskusi bertajuk “Pemikiran Soekarno dan Relevansinya” ini membedah tiga pilar pemikiran Proklamator serta pidato pembelaan (pledoi) monumental “Indonesia Menggugat” tahun 1930.

​Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban yang juga legislator DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, menegaskan bahwa gagasan besar Bung Karno mengenai Marhaenisme, Pancasila, dan Dasasila Bandung masih sangat kontekstual dalam menghadapi tantangan geopolitik serta ekonomi modern.

​Menurut Ony, wajah kemelaratan dan penindasan fisik di era kolonial kini telah bermutasi menjadi bentuk neokolonialisme dan neoliberalisme. Hal ini menciptakan ketergantungan ekonomi baru yang tidak berpihak pada potensi lokal.

​”Jika dulu Bung Karno mengidentifikasi kaum Marhaen sebagai petani gurem, nelayan tradisional, atau kusir dokar, maka struktur Marhaen modern hari ini telah bergeser,” kata Ony.

“Mereka adalah pengemudi ojek online (ojol), pekerja lepas (freelancer), buruh kontrak, serta pelaku UMKM yang rentan gulung tikar,” imbuh Ony.

​Ony menambahkan, esensi dari prinsip Berdikari atau Berdiri di Atas Kaki Sendiri di abad ke-21 ini harus diwujudkan melalui kebijakan strategis nasional, seperti hilirisasi industri, swasembada pangan, kedaulatan energi, dan penguatan produk domestik untuk membendung dominasi impor.

Di akhir pemaparannya, Ony menyimpulkan bahwa Marhaenisme harus diposisikan sebagai “pisau analisa”. Alat bedah ini berfungsi memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi landasan filosofis hidup (philosophische grondslag) yang bekerja untuk menghapus segala bentuk eksploitasi manusia di Indonesia.

​Acara tersebut ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba kreativitas videografi dalam rangka peringatan Haul Bulan Bung Karno.

Apresiasi Akademisi dan Tokoh Agama
​Diskusi yang dihadiri lintas elemen masyarakat ini juga memantik tanggapan dari sejumlah tokoh daerah.

​Sujono Ali Mujahidin, Dosen Universitas Sunan Bonang, mengapresiasi pendekatan dialogis ini. Ia menilai paparan tersebut berhasil menempatkan Pancasila bukan sebagai hafalan teks formal, melainkan sebagai panduan tindakan dan keberpihakan nyata pada sektor informal di Tuban.

Sementara ​Gus Riza Shalihadin Habibi, Pengasuh Ponpes Ash-Shomadiyah Tuban, menyoroti pentingnya internalisasi ideologi yang sistematis namun sederhana agar tetap dipahami oleh generasi muda.

“Jika kader lupa Pancasila, kita kehilangan arah. Jika kader lupa Marhaen, kita akan kehilangan rakyat,” tuturnya.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tuban Gelar Diskusi Ideologi: Menguji Relevansi Marhaenisme di Era Ojek Online

TUBAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar diskusi ideologi dalam rangka ...
LEGISLATIF

Hari Bhayangkara, Puan Minta Polri Utamakan Pelayanan yang Profesional dan Berkeadilan

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan keberhasilan Polri harus diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan ...
KRONIK

Di Taman Eden, Gen Z Surabaya Terpukau dengan Narasi Nasionalisme Bung Karno

SURABAYA – Taruna Merah Putih (TMP) Dukuh Pakis Surabaya menggelar diskusi publik bertajuk “Warisi Apinya Bukan ...
LEGISLATIF

Catatan Kritis Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan terhadap LKPJ APBD 2025

MAGETAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan memberikan catatan kritis terhadap Laporan Keterangan ...
LEGISLATIF

Said Abdullah Minta Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Matang, Jangan Ulangi Masalah Tata Kelola BGN

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah menyiapkan tata kelola Koperasi Desa Merah Putih secara ...
KABAR CABANG

Ratusan Pecatur Muda Gresik Berlaga di Soekarno Cup 2

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar turnamen Catur Soekarno Cup 2 Gresik Junior Chess Fighter ...