oleh

DPC Surabaya Latih 502 Koordinator Saksi Pilpres

image

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Surabaya mematangkan persiapan menghadapi pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Badan Pemenangan Presiden (BP Presiden) DPC PDI Perjuangan Surabaya telah menyiapkan 502 koordinator saksi pasangan nomor 2 Joko Widodo – Jusuf Kalla yang dilatih khusus Kamis (3/7/2014) malam di Gedung Wanita Jalan Kalibokor Surabaya.

Para koordinator itu akan membawahi masing-masing 10 saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Total di Surabaya terdapat 5.015 TPS tersebar di 31 kecamatan. Tugas koordinator saksi yang merupakan kader PDI Perjuangan dari pengurus Ranting dan Anak Cabang adalah mengatur teknis di lapangan untuk pengumpulan laporan baik formulir C1 hasil rekap TPS maupun pengiriman foto melalui sistem digital.

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Wisnu Sakti Buana dalam sambutannya mengatakan bahwa kader-kader partainya telah siap mengawal kemenangan Jokowi-JK di Surabaya. “Kami menargetkan 80% kemenangan Jokowi-JK di Surabaya,” ungkapnya.

Dia juga memastikan bahwa saksinya sudah memenuhi standar nasional soal aplikasi laporan melalui telepon seluler dan validasi laporan manual. “Rekruitmen pun dilakukan sesuai syarat yang ditentukan,” jelas Wisnu yang juga Wakil Wali Kota Surabaya ini.

Ditemui terpisah, Ketua BP Pemilu DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwiyono menyampaikan bahwa yang dilakukan partai saat ini adalah memperbesar jarak kemenangan, mengingat PDI Perjuangan adalah pemenang dalam pemilu legislatif lalu. Selain itu menurut Awi, sapaan akrab Adi Sutarwiyono, bergabungnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga mendapat perolehan suara cukup besar di Surabaya akan menambah optimisme meraih kemenangan mutlak dalam pilpres kali ini.

“Target 80% kita patok dengan menilik kesolidan jaringan nahdliyin, nasionalis, dan relawan yang menggarap swing voter.  Daerah-daerah yang selama ini sulit dimasuki PDI Perjuangan sudah digarap dengan baik oleh PKB. Basis nasionalis juga dikerjakan dengan baik. Di kawasan perumahan Jokowi-JK akan banyak mendapat dukungan. Kelompok minoritas juga hampir kebanyakan memberikan sura pada Jokowi-JK,” papar Awi panjang lebar.

Awi yakin Surabaya akan memberi kontribusi besar saat pilpres 9 Juli nanti.  “Mesin partai bergerak untuk meyakinkan pemilih. Fakta di lapangan tidak ada pergerakan lapangan yang signifikan selain mesin Jokowi-JK,” ujar Awi optimis.  (sa)