Minggu
12 April 2026 | 12 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPC Nganjuk Tanam Pohon di Kawasan Bendungan Semantok

IMG-20260124-WA0073_copy_686x440

NGANJUK – Momentum Hari Ulang Tahun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke-79 dimaknai secara berbeda oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk.

Jumat (23/1/2026), partai berlambang banteng moncong putih itu menggelar rangkaian kegiatan bernuansa ideologi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Mengangkat tema “Merawat Pertiwi, Menjaga Kehidupan”, peringatan HUT Ketua Umum PDIP ini tidak dikemas sebagai seremoni semata. Melainkan diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh alam dan masyarakat.

Kegiatan diawali pada pukul 13.00 WIB dengan aksi menanam pohon serentak di kawasan Bendungan Semantok, Kecamatan Rejoso. Ratusan bibit pohon ditanam sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keinginan sumber daya air.

Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk, Marhaen Djumadi bersama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Nganjuk, serta kader dan pengurus partai dari berbagai kecamatan.

Menurut Marhaen, yang juga menjabat Bupati Nganjuk, kawasan Bendungan Semantok memiliki peran strategis bagi daerah. Selain menjadi sumber pengairan, sedimen tersebut berfungsi sebagai pengendali banjir dan penopang ketahanan udara bagi masyarakat.

Menjaga alam berarti menjaga kehidupan generasi mendatang. Ini bukan sekedar kegiatan simbolik, tapi inti ideologi yang diajarkan Bung Karno dan dicontohkan Ibu Megawati,” tegasnya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penebaran ribuan benih ikan di embung kawasan bypass Ngrengket, Kecamatan Sukomoro. Aksi tersebut dimaknai sebagai bentuk dukungan terhadap keinginan pangan dan ketidakberdayaan sumber protein rakyat.

Bagi kader PDIP, penebaran benih ikan bukan hanya aktivitas ekologis, tetapi juga simbol menanam harapan akan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat, sejalan dengan semangat Trisakti.

Puncak peringatan digelar di Kantor DPC PDIP Nganjuk dengan pelepasan puluhan ekor burung merpati hasil penangkaran. Prosesi ini melambangkan kehidupan yang harmonis, kebebasan, serta keseimbangan antara manusia dan alam.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kesehatan dan jangka panjang Ketua Umum PDI Perjuangan, serta harapan agar partai terus diberi kekuatan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Bambang Yuwono. Secara simbolis, potongan pertama tumpeng Merah Putih diserahkan oleh Marhaen Djumadi kepada Bambang Yuwono sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada Megawati Soekarnoputri.

Melalui deklarasi kader bertajuk “Merawat Pertiwi”, seluruh peserta menegaskan komitmen untuk tetap setia pada ideologi Bung Karno, garis perjuangan PDI Perjuangan, serta konsistensi menjaga alam dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.(eng/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tuban Siap Garap Sektor Pertanian dan Persoalan Perempuan

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama DPC Tuban menggelar rapat pleno pembentukan kepengurusan PAC ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Basis Gen Z, Dorong Keterlibatan Anak Muda dan Perempuan

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menegaskan komitmennya untuk merangkul ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Jember Serahkan Struktur 31 PAC ke DPD Jatim, Tekankan Soliditas Kader

SURABAYA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menyerahkan susunan struktur Pengurus Anak ...
HEADLINE

Said Abdullah: PAC PDI Perjuangan Wajib Pahami Ideologi Partai

SURABAYA — Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa kader yang masuk dalam struktur ...
KABAR CABANG

PDIP Pacitan Targetkan 9 Kursi DPRD, Andalkan Penguatan PAC dan Kader Muda

PACITAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pacitan menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jombang Terapkan Kaderisasi Berjenjang, Jaga Ideologi Pancasila Tak “Pedot Oyot”

SURABAYA – Dalam istilah Jawa, dikenal ungkapan pedot oyot. Ungkapan ini menggambarkan terputusnya akar atau ...