oleh

DPC Kota Mojokerto Bagikan Hasil Panen Kebun Bung Karno kepada Tukang Becak

-Inspirasi-101 kali dibaca

KOTA MOJOKERTO – Kebun Bung Karno DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto panen sayur mayur dan ikan lele, Selasa (18/5/2021). Hasil panen kedua ini dibagikan kepada warga tetangga kantor DPC dan sejumlah tukang becak.   

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Ahmad Yustinus Ariyanto mengungkapkan keberhasilan budidaya bayem Banteng dan beberapa varian lainnya tak luput dari kerja keras dari pengurus dan pengelola Kebun Bung Karno.

“Hampir genap 1 tahun, kebun Bung Karno berhasil melakukan panen kedua kalinya. Hari ini kita panen bayem banteng dan juga ratusan ikan lele,” terang Yustinus ditemui di kantor DPC, Selasa (18/5/2021).

Selain itu, alumnus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini menuturkan, hasil panen kali ini ia bagikan untuk pengayuh becak dan masyarakat sekitar kantor DPC. Ini sebagai ucapan terimakasih juga sebagai bakti PDI Perjuangan Kota Mojokerto terhadap wong cilik.

“Panen kali ini hasilnya kita bagikan pada masyarakat, mulai pengayuh becak, tetangga kantor DPC PDI Perjuangan kota Mojokerto,” jelas pria yang akrab dipanggil Xanana ini.

Kebun Bung Karno wujud tindak lanjut instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri, dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di daerah. Selain itu bagian dari program politik hijau PDI Perjuangan sebagai sarana edukasi.

“Alhamdulillah seperti yang kami inginkan, disamping menghasilkan panen, Kebun Bung Karno bisa menjadi tempat edukasi urban farming bagi kader dan masyarakat di Kota Mojokerto. Kita fasilitasi mulai dari belajar penyiapan, perawatan, hingga pasca panen” sambung Xanana.

Menurutnya urban farming, bercocok tanam baik sayur-sayuran maupun buah dengan memanfaatkan pekarangan rumah, merupakan alternatif bagi keterbatasan lahan di perkotaan untuk pemenuhan gizi dan nutrisi keluarga. 

Kegiatan ini juga dipandang bernilai positif dan bermanfaat karena kondisi ekonomi masyarakat saat ini juga masih belum kembali normal akibat pandemi Covid-19.

“Politik tidaklah selalu hal-hal yang besar. Yang kami lakukan ini adalah salah satu pengejawantahan Tri Sakti-nya Bung Karno,” katanya.

Mantan aktifis GMNI Surabaya ini menjelaskan dalam waktu satu tahun, kebun Bung Karno yang dicanangkan menjadi pusat pengembangan teknologi pertanian perkotaan ini telah berhasil menyita perhatian masyarakat. Bahkan Wali Kota Mojokerto berencana akan melakukan kunjungan khusus ke kebun kebanggaan kader banteng ini.

“Dalam waktu satu tahun ini alhamdulillah kita sudah banyak dilirik oleh masyarakat, kita sering mendapat kunjungan dari masyarakat khususnya ibu-ibu. Wali kota Mojokerto insyaallah tanggal 28 nanti akan berkunjung ke kebun Bung Karno,” ungkap politisi muda yang dikenal sangat memperhatikan kelestarian alam ini.

Ia mengungkapkan akan terus melakukan inovasi-inovasi baru untuk mengembangkan kebun bung Karno sehingga tidak hanya menjadi pusat pengembangan teknologi pertanian di kota Mojokerto bahkan bisa sampai level Jawa Timur.

“Kita terus melakukan inovasi-inovasi baru untuk mengembangkan kebun Bung Karno, terus berkarya agar kebun Bung Karno bisa menjadi percontohan bagi masyarakat Jatim,” terang Xanana optimis. (rul/hs)