SURABAYA – Mengawali tahun 2026, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya periode 2025–2030, Armuji, Selasa (20/1). Rakor ini jadi langkah awal konsolidasi internal partai guna menyamakan visi dan arah perjuangan ke depan.
Rakor tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut pasca Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, pada 10–12 Januari 2026. Konsolidasi ini dinilai penting untuk memastikan hasil Rakernas dapat diimplementasikan secara konkret di daerah.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono (Buleks), mengatakan bahwa konsolidasi di awal tahun merupakan momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh anggota fraksi dalam menyikapi berbagai agenda kebijakan daerah.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin memastikan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya tetap solid, memiliki satu garis perjuangan, serta fokus memperjuangkan kepentingan masyarakat Surabaya,” ungkap Budi Leksono, dikutip Rabu (21/1/2026).
Dia menambahkan, sinkronisasi antara kebijakan partai dan Pemerintah Kota Surabaya menjadi hal yang mutlak dilakukan oleh seluruh anggota DPRD dari PDI Perjuangan.
Hal tersebut bertujuan agar program-program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami mengawal proses dan aspirasi masyarakat agar benar-benar sampai ke bawah. Seluruh hasil pengawalan tersebut nantinya akan kami laporkan kepada DPP PDI Perjuangan,” jelasnya.
Melalui rakor ini, Buleks berharap sinergi antara DPC PDI Perjuangan Surabaya dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya dapat berjalan lebih optimal. Baik melalui pemanfaatan media sosial maupun kegiatan-kegiatan lapangan yang terencana, terstruktur, dan terdokumentasi dengan baik.
“Harapannya, sinergitas ini benar-benar aktif dan berjalan dengan baik demi kepentingan masyarakat Surabaya,” pungkasnya. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











