Minggu
16 Agustus 2026 | 1 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi C DPRD Jatim Soroti Kejanggalan Rekrutmen Direksi dan Komisaris Bank Jatim

pdip jatim 251122 fuad benardi

SURABAYA — Komisi C DPRD Jawa Timur menyoroti proses rekrutmen dua jabatan strategis yang masih kosong di Bank Jatim, yakni Direktur Manajemen Risiko dan satu posisi komisaris, menyusul adanya dugaan kejanggalan dalam seleksi terbuka yang tengah berjalan.

Sorotan tersebut disampaikan anggota Komisi C DPRD Jatim, Fuad Benardi, usai rapat dengar pendapat dengan Direksi Bank Jatim di ruang Komisi C DPRD Jatim, Senin (2/2/2026).

Fuad mengungkapkan, dalam proses rekrutmen Direktur Manajemen Risiko tercatat sekitar 30 peserta mendaftar. Namun, hanya enam orang yang diajukan untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan dengan alasan tidak memenuhi syarat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ini sama seperti kejadian sebelumnya. Sudah jelas tidak memenuhi syarat OJK, tapi tetap diajukan. Artinya, panitia seleksi keliru sejak awal dalam melakukan rekrutmen. Sekarang juga begitu, dari sekitar 30 pendaftar, hanya enam yang diajukan sebagai calon direksi,” ungkap Fuad.

Ia menilai, penjelasan panitia seleksi terkait gugurnya puluhan peserta lainnya tidak disampaikan secara rinci. Alasan yang disampaikan disebut hanya sebatas hasil rapat internal, tanpa pemaparan detail mengenai kekurangan administrasi maupun kompetensi peserta.

Kondisi tersebut, lanjut Fuad, memunculkan kecurigaan adanya unsur subjektivitas dalam proses seleksi. “Ini jelas membuat kita curiga ada unsur like and dislike, suka atau tidak suka, atau bahkan maaf, ada gerbong-gerbongan di Bank Jatim,” tegasnya.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menekankan, posisi Direktur Manajemen Risiko merupakan jabatan krusial yang seharusnya diisi oleh figur dengan kompetensi dan rekam jejak kuat. Ia mengaitkan hal itu dengan sejumlah persoalan yang berulang kali terjadi di Bank Jatim.

“Ini sudah bolak-balik ada kejadian. Artinya kan fungsi pengawasan dan pengecekan tidak berjalan optimal. Jangan sampai ini terulang lagi, tapi faktanya kejadian tetap muncul,” ujar Fuad.

Ia juga menyinggung peran komisaris yang dinilainya kurang responsif dalam merespons berbagai persoalan, termasuk dalam kasus BI Fest. “Kita berkaca pada masalah yang ada. Dalam kasus BI Fest, komisaris terlihat diam saja. Baru setelah kita panggil ke Komisi C, mereka menjelaskan. Kenapa tidak sejak awal memberikan laporan?” katanya.

Meski demikian, Fuad menegaskan Komisi C DPRD Jatim memiliki keterbatasan kewenangan dalam proses rekrutmen direksi dan komisaris BUMD. Hal itu merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 tentang Badan Usaha Milik Daerah.

“Kami hanya bisa memberikan saran, tidak bisa melakukan intervensi karena terbentur PP 54. Padahal, ketika ada masalah, DPRD yang justru disalahkan. Ini yang perlu dievaluasi ke depan,” tutup Fuad. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Kalahkan Maluku Raya, Banteng Jatim Bangkit dan Kejar Gelar Juara Soekarno Cup

SURABAYA – Banteng Jatim FC menunjukkan kebangkitan di Soekarno Cup 2026. Setelah sebelumnya hanya meraih hasil ...
KRONIK

Wahyu Satria Quattrick, Banteng Kalimantan Timur Hajar D.I. Yogyakarta 4-0

BANGKALAN – Banteng Kalimantan Timur tampil gemilang pada lanjutan Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bangkalan. ...
LEGISLATIF

10 Raperda Sumenep Masuk Fasilitasi Pemprov Jatim, Hosnan: Ditarget Rampung Akhir Tahun

SUMENEP – Sebanyak 31 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Hentikan Sejenak Pertandingan, Doakan Korban Gempa NTT dan Sumatera

SURABAYA – Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Simalungun, Sumatera Utara, ...
LEGISLATIF

PDIP Jember Minta KUA-PPAS Diputus, Sebelum Pembahasan Anggaran Berlanjut

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran ...
LEGISLATIF

Puan Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Korban Gempa NTT

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang ...